menu
user
URguide

Jumat Agung Disebut sebagai Good Friday? Ini Alasannya

Shelly Lisdya,
15 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Jumat Agung Disebut sebagai Good Friday? Ini Alasannya
Image: Ilustrasi Jumat Agung. (Freepik/ijeab)

Jakarta - 2 April 2021 diperingati sebagai Jumat Agung, yakni sebelum Minggu Paskah, hari peringatan penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota.

Berdasarkan Alkitab, Yesus dicambuk, diperintahkan untuk memikul salib di mana dia akan disalibkan dan kemudian dihukum mati. 

Sayangnya, hari kematian itu tidak dicatat jelas di Alkitab. Namun, banyak yang menduga hari kematian jatuh pada hari Rabu, tetapi banyak yang menempatkan pada hari Jumat. 

Dari kitab suci terkait pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, hanya saja tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, para ilmuan memperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit.

Nah, kenapa penyaliban Yesus Kristus disebut Jumat Agung atau bahasa internasionalnya Good Friday?

Melansir dari BBC, beberapa sumber menyatakan bahwa penyaliban adalah hari 'Baik' dan suci, atau frasa tersebut merujuk dari "Jumat Tuhan".

Namun, menurut Fiona MacPherson, editor senior di Oxford English Dictionary (OED) kata sifat secara tradisional merujuk pada hari di mana ketaatan religius diadakan.

OED menyatakan bahwa "baik" dalam konteks ini mengacu pada "hari atau musim yang dirayakan sebagai hari suci oleh gereja". Dengan demikian disebut sebagai "air pasang yang baik" pada hari Natal atau pada Shrove Tuesday.

Selain Jumat Agung (Good Friday) ada juga Rabu Agung, hanya saja Rabu Agung kurang terkenal. Sama seperti Jumat Agung, Rabu Agung diperingati menjelang Paskah.

FYI nih guys, penggunaan paling awal dari "good friday" ditemukan di The South English Legendary, sebuah teks dari kamus yang diperkirakan ada sekitar tahun 1290.

Menurut Katekismus Baltimore, teks standar sekolah Katolik AS dari tahun 1885 hingga 1960-an, Jumat Agung itu baik karena Kristus "menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada manusia, dan membelikan untuknya setiap berkat". 

Sementara The Catholic Encyclopedia, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1907 menyatakan, bahwa asal usul istilah tersebut tidak jelas hingga saat ini.

Dikatakan beberapa sumber melihat asal-usulnya dalam istilah "God's Friday" atau Gottes Freitag, sementara yang lain berpendapat bahwa itu berasal dari bahasa Jerman, Gute Freitag.

Ini mencatat bahwa hari itu disebut Jumat Panjang oleh Anglo-Saxon dan di Denmark modern juga menyebut demikkan. Pun dikatakan bahwa hari itu dikenal sebagai "Jumat Suci dan Jumat Agung" dalam liturgi Yunani, "Jumat Suci" dalam Bahasa Roman dan Karfreitag (Jumat Penuh Duka) dalam Bahasa Jerman. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait