menu
user
URstyle

Kalbe Farma Ciptakan Alat yang Bisa Deteksi Corona B117 Lewat Liur

Kintan Lestari,
23 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kalbe Farma Ciptakan Alat yang Bisa Deteksi Corona B117 Lewat Liur
Image: Ilustrasi virus. (Pixabay/TheDigitalArtist)

Jakarta - Indonesia sudah 'kedatangan' varian baru virus corona, yakni varian B117 asal Inggris. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan kemunculan jenis tersebut pada 2 Maret 2021.

Penemuan dua kasus mutasi corona Inggris itu berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru saja pulang dari Saudi Arabia pada akhir Januari lalu. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tingkat penularan virus B117 penyebarannya lebih cepat 40-70 persen. Meski demikian WHO mengatakan virus ini tidak lebih berbahaya. Namun, karena virus ini masih baru, butuh penelitian lebih jauh.

PT Kalbe Farma (KLBF) pada Jumat (19/3/2021) meluncurkan alat yang bisa mendiagnosa varian baru virus corona, yaitu RT Lamp Saliva.

Alat yang menggunakan metode RT LAMP (Reserve Transcription Loop Mediated Isothermal Amplication) itu dapat mendeteksi varian B117 dengan menggunakan sampel air liur atau saliva.

“Ada varian baru B1177 yang dari Inggris dan sudah kami coba dan alat kami bisa deteksi virus dengan jenis varian tersebut,” ujar IVD Division Research Manager Stem Cell and Cancer Institut, Akterono D. Budiyati, dalam konferensi pers virtual yang berlangsung Kamis (25/3/2021).

Akterono menyatakan alat tes tersebut punya performa akurasi tinggi dengan sensitivitas 94% dan spesifisitas 98%. Alat tes dengan sampel saliva itu juga diklaim lebih cepat, nyaman dan praktis, terutama untuk anak-anak.

"Dengan sensitivitas 94 persen dan spesifisitas 98 persen. Selain itu, cara pengambilan sampelnya yang hanya dari saliva (air liur), memberikan kenyamanan dan kepraktisan yang tidak dibayangkan jika dibandingkan dengan tes COVID-19 lainnya yang sudah tersedia saat ini," lanjutnya.

Masuknya varian B117 asal Inggris dipaparkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro dapat mengganggu kinerja PCR.

"Dia tidak mengganggu mengganggu kinerja vaksin. Tapi B117 ada indikasi bisa mengganggu kinerja dari PCR," ujar Bambang.

RT Lamp Saliva disebut punya harga ekonomis. Kalbe Farma membanderol harganya sebesar Rp 488.000 per paket. Alat ini bisa didapatkan di laboratorium klinik Kalgen Innolab (laboratorium Kalbe Farma) dengan merek InnoLAMP.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait