menu
user
URstyle

Kampoeng Heritage Kajoetangan: Cocok buat Liburan Sambil Foto Aesthetic

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kampoeng Heritage Kajoetangan: Cocok buat Liburan Sambil Foto Aesthetic
Image: Wisatawan saat berkunjung ke Kampoeng Heritage Kajoetangan. (Lisdya Shelly/Urbanasia)

Malang - Suka menjelajah tempat wisata sejarah? Ini mungkin saat yang tepat untuk kamu mengunjungi Kampoeng Heritage Kajoetangan atau Kampung Kayutangan di Kota Malang, Jawa Timur.

Selain harga tiket masuk yang tergolong murah untuk wisata kampung tematik, di Kampoeng Heritage Kajoetangan, kamu akan disuguhkan sejarah yang memperlihatkan rumah berarsitektur kolonial Belanda hingga rumah modern loh.

Setidaknya, ada 60 rumah tua yang berhasil diidentifikasi di Kampung Kayutangan. Di depan rumah dipasang plakat informasi usia bangunan sampai pemilik pertamanya, jadi kamu bisa tahu berapa usia bangunan itu, guys.

Dari pantauan Urbanasia pada Sabtu (13/3/2021) rumah tertua dicatat dibangun pada tahun 1870. Kemudian, ada pula yang dibangun dalam kurun tahun 1920 hingga 1940 dengan model atap pelana atau biasa disebut rumah jengki.

Ketika, Urbanreaders, berkunjung ke sini, selain bisa melihat rumah kolonial Belanda, kamu juga bisa mengunjungi Makam Eyang Honggo Kusumo, Kuburan Tandak, pasar krempyeng, irigasi Belanda, saluran air, tangga 1000 dan berbagai spot menarik lainnya.

1615715966-Kampoeng-Heritage-Kajoetangan.jpgWisatawan saat berkunjung ke Kampoeng Heritage Kajoetangan. (Lisdya Shelly/Urbanasia)

Nah, jika kamu suka foto, kamu bisa berkunjung ke Kampung Kayutangan agar foto kamu terlihat sangat aesthetic dan klasik.

Hanya saja, Pemerintah Kota Malang saat ini tengah membangun Kawasan Heritage Kajoetangan. Untuk itu, sementara waktu wisata ini ditutup.

"Untuk sementara waktu ditutup dulu, karena proses pembangunan. Ditambah lagi pandemi COVID-19, daripada ada klaster baru, kami terpaksa menutupnya. Untuk wisatawan yang berkunjung dan berfoto-foto boleh saja, tapi tetap tidak boleh berkerumun dan tetap mematuhi protokol kesehatan," kata salah satu pengurus Kampoeng Heritage Kajoetangan yang enggan disebutkan namanya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait