menu
user
URnews

Kasus Pembongkaran Rumah di Kebon Jeruk Masih Diselidiki Polisi

Nivita Saldyni,
27 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kasus Pembongkaran Rumah di Kebon Jeruk Masih Diselidiki Polisi
Image: Ilustrasi maling pembongkaran rumah. (californiasecuritypro.com)

Jakarta - Kasus pembongkaran dan pencurian rumah mewah di kawasan Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat masih terus didalami oleh polisi. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo pun mengatakan belum ada informasi terkait modus menyewa rumah seperti yang santer terdengar di media sosial.

"Sementara belum ada informasi terkait sewa menyewa dari ahli waris," ujar Ady saat dikonfirmasi Urbanasia, Selasa (23/3/2021).

Kasus ini sendiri, kata Ady masih dalam proses penyelidikan. Polisi pun sudah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

"Kami baru tahap lidik dan meminta keterangan kepada beberapa pihak, baik dari ahli waris dan saksi-saksi lain termasuk tukang yang melakukan pembongkaran. Jadi semua masih sebatas saksi," jelasnya.

Adapun saksi yang telah dimintai keterangan berjumlah lima orang. Mereka termasuk tiga tukang yang sedang membongkar material bangunan saat polisi mengecek lokasi kejadian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ady mengatakan kasus ini baru pertama kali terjadi di Jakarta Barat. Apalagi sasarannya bukan hanya barang-barang berharga, tapi juga material rumah.

“Ini juga unik, modusnya mendapat order bongkaran rumah kosong (tukang bongkar bangunan). Jadi kusen, ubin, keramik, sanitary dibongkar," kata Ady, Senin lalu.

Dari keterangan resmi Polres Metro Jakarta Barat, kasus berawal dari laporan pemilik rumah kepada RT dan aparat kepolisian setempat. Dari laporan tersebut, polisi langsung ke lokasi dan menemukan tiga tukang bangunan yang sedang membongkar material bangunan. Akhirnya ketiga orang itu diamankan oleh aparat kepolisian dan diinterogasi.

Ketiganya mengaku hanyalah tukang yang disewa untuk membongkar rumah tersebut. Sehingga sampai saat ini polisi masih terus memburu penyewa dan penyuruh tukang-tukang tersebut.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait