beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Kemenkes: Tak Ada Penambahan Kasus Gangguan Ginjal Akut Sejak 2 November

Fitri Nursaniyah,
18 November 2022 11.53.31 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kemenkes: Tak Ada Penambahan Kasus Gangguan Ginjal Akut Sejak 2 November
Image: Ilustrasi gangguan ginjal akut. (Freepik/gstudioimagen1)

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tidak ada penambahan kasus gangguan ginjal akut pada anak sejak 2 November hingga 15 November 2022.

Berdasarkan data terbaru yang diperbaharui Kemenkes, jumlah kasus gangguan ginjal akut masih sama seperti pada 2 November 2022 yakni ada 324 kasus.

Per 15 November 2022, jumlah kasus gangguan ginjal akut tercatat sebanyak 324 kasus dengan pasien sembuh sebanyak 111 dan kematian sebanyak 199.

Saat ini ada 14 pasien yang masih menjalani perawatan gangguan ginjal akut. Pasien mayoritas berusia 1-5 tahun.

Lebih rinci, dari 14 pasien yang dirawat, 9 pasien di antaranya menjalani perawatan di RSCM, 2 pasien dirawat di Aceh, 1 pasien dirawat di Sumatera Utara, dan 1 pasien terakhir dirawat di Kepulauan Riau.

Juru Bicara Kemenkes, M. Syahril mengatakan pasien yang dirawat tersebut mayoritas tingkat keparahannya di stadium 3, level ini diklaim sebagai stadium paling berat.

"Stadium 3 ini paling berat, dengan kerusakan ginjal yang cukup parah. Saat ini semua pasien masih dilakukan perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Kita juga upayakan dengan pemberian Fomepizole," ucap Syahril.

Lebih lanjut, Syahril mengatakan bahwa tidak adanya penambahan kasus baru gangguan ginjal akut ini dipengaruhi oleh larangan menggunakan obat sirup pada anak dan penggunaan obat fomepizole injeksi pada pasien gangguan ginjal akut.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengumumkan dua perusahaan tersangka kasus cemaran obat yaitu PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industrie.

Perusahaan tersebut terbukti secara klinis memproduksi obat sirup mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol di atas ambang batas, yang diduga menjadi pemicu gangguan ginjal akut.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait