Jakarta - Sebuah kisah haru nan inspiratif datang dari akun Twitter @daniellsinaga. Melalui thread berjudul, 'Cerita dari surga kecil yang jatuh ke bumi', dia menceritakan perjuangan Sulaiman, seorang pendeta yang mengajar baca-hitung di Desa Wamarek.

Desa Wamarek berlokasi di daerah terpencil yang berada di pedalaman pegunungan Lembah Baliem, Wamena, Papua.

Sulaiman merupakan satu satunya orang di kampungnya yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga sarjana, berkat dukungan missionaris dan tekad kuat mendidik anak-anak Lembah Baliem agar setara dengan anak-anak daerah lain yang lebih maju.

Dia sudah puluhan tahun menjadi guru honorer di Desa Wamerek. Setiap sore banyak anak yang berkumpul di beranda rumahnya untuk membaca buku dan belajar membaca atau berhitung, diluar jam sekolah.

Sulaiman menjadi satu-satunya tenaga pengajar di desa tersebut, karena guru PNS tinggal di kota dan hanya datang sebulan sekali, di awal bulan atau saat ujian. Meski demikian dia tidak mengeluh ataupun menampakkan keberatan karena sangat mencintai pekerjaannya.

Saat ditanya apakah gaji sebagai honorer cukup untuk kebutuhan rumah tangganya, beliau menjawab lebih dari cukup. Menurut Sulaiman, dia tidak harus menjadi guru honorer hanya untuk memenuhi rumah tangganya.

"Ladang dan kebun sudah memenuhi semua kebutuhan rumah tangga saya. Menjadi guru honorer adalah bentuk pelayanan terhadap Tuhan, sebagaimana saya memimpin jemaat di setiap ibadah Minggu," katanya.

Cuitan @daniellsinaga ini pun telah dibagikan 5 ribu orang dan disukai lebih lebih dari 17 ribu pengguna Twitter. Kisah itu pun mendapat banyak simpati warganet hingga membuat nama Pak Sulaiman menempati jajaran trending topik Twitter.

"Semoga bapak Sulaiman panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rezekinya, diangkat derajatnya, hatinya senantiasa bahagia dan damai," tulis seorang wargenet.

"Ini pejuang sesungguhnya, sehat selalu bapak Sulaiman, semoga ilmunya bermanfaat untuk orang banyak."

Komentar
paper plane