Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

KPI Minta Maaf soal 'Saipul Jamil Boleh Tampil di TV untuk Edukasi'

Nivita Saldyni,
4 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
KPI Minta Maaf soal 'Saipul Jamil Boleh Tampil di TV untuk Edukasi'
Image: Gedung KPI (Instagram @kpipusat)

Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat akhirnya meminta maaf atas pernyataan Ketua KPI Agung Suprio dalam podcast Deddy Corbuzier yang menyebut pihaknya mengizinkan Saipul Jamil tampil untuk kepentingan edukasi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo dalam sebuah program televisi yang disiarkan pada Senin (13/9/2021) pagi.

“Kami harus sampaikan permohonan maaf atas pemilihan diksi yang sangat tidak tepat, sangat tidak pas yang disampaikan oleh ketua kami, Ketua KPI,” kata Mulyo seperti dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (14/9/2021).

Menurut Mulyo, penggunaan diksi yang digunakan Agung dalam pernyataan bahwa KPI membolehkan Saipul Jamil tampil di televisi untuk edukasi itu telah menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat.

Sementara dalam surat edaran yang diterbitkan KPI belum lama ini meminta agar lembaga penyiaran lebih berhati-hati untuk menampilkan pelaku penyimpangan seksual, bukan hanya soal Saipul Jamil.

"Secara prinsip sebetulnya apa yang kami sampaikan di dalam surat itu tertulis bahwa muatan terkait hal-hal seperti itu tidak hanya pada kasus Saipul Jamil tapi juga kasus penyimpangan seksual, prostitusi online, narkoba dan tindakan melanggar hukum yang dialami oleh artis dan publik figur itu disampaikan secara berhati-hati dan diorientasikan kepada edukasi publik agar hal serupa tidak terulang serta sanksi hukum yang telah dijalani tidak dipersepsikan sebagai risiko biasa," jelasnya panjang lebar.

“Karena itu atas nama KPI, saya menyampaikan permohonan maaf atas pilihan diksi yang tidak tepat itu,” imbuhnya.

Mulyo pun mengaku hal ini menjadi pelajaran bagi KPI. Ia pun mengatakan bahwa ke depannya KPI berencana untuk merevisi aturan dalam P3SPS agar bisa memberikan sanksi bagi siaran televisi yang menampilkan glorifikasi kebebasan publik figur yang melanggar hukum, seperti halnya yang terjadi pada Saipul Jamil beberapa waktu lalu.

Seperti yang Urbanasia beritakan sebelumnya, Ketua KPI Pusat Agung Suprio tampil dalam podcast Deddy Corbuzier, Kamis (9/9/2021). Dalam podcast tersebut, Agung dan Deddy membahas banyak hal, termasuk glorifikasi bebasnya Saipul Jamil.

Kepada Deddy, Agung mengatakan pihaknya tak melarang Saipul Jamil tampil di televisi namun hanya membatasi. Saipul pun, kata Agung, boleh tampil di televisi untuk kepentingan edukasi.

“Dia bisa tampil untuk kepentingan edukasi. Jadi misalnya dia hadir sebagai bahaya predator, itu kan bisa juga dia tampilkan seperti itu. Kalau untuk hiburan, ini yang belum bisa di dalam surat edaran itu,” kata Agung.

Pernyataan itu lah yang kemudian menuai kritik pedas dari berbagai pihak. Publik pun kian mempertanyakan sikap KPI terhadap masalah tersebut.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait