Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Kronologi Satu Keluarga Tewas Tertimbun Tumpukan Pakaian Dagangan

Griska Laras,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kronologi Satu Keluarga Tewas Tertimbun Tumpukan Pakaian Dagangan
Image: Ilustrasi jenazah. (Pixabay)

Jakarta - Penemuan tiga mayat di gudang stok baju di Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan membuat heboh warga sekitar. Mereka adalah AS (42), istrinya SK (33), dan anaknya SF (6).

Ketiga mayat tersebut ditemukan dalam keadaan sudah membusuk tertimbun plastik berisi pakaian. Diketahui selain sebagai tempat penyimpanan stok baju, rumah itu juga ditinggali AS dan keluarga.

Berdasarkan laporan polisi, keluarga ini tewas pada Jumat (10/9/2021) pukul 22.00 WITA. Jenazah mereka pertama kali ditemukan Sari, anak pemilik gudang.

Sari mengaku mendapat informasi dari sesama pedagang bahwa toko yang dijaga AS sudah tidak buka selama dua hari. Dia pun langsung mengecek keberadaan AS dan istrinya di gudang.

"Waktu saya tiba di gudang pintunya dalam keadaan terkunci. Apalagi setelah saya panggil, mereka juga tidak ada respons," ujarnya.

Karena tak ada jawaban, Sari mencoba mengintip dari balik pintu. Namun dia mencium bau busuk dan meminta warga mencongkel pintu gudang.

"Di situlah kami menemukan ketiganya tertimbun pakaian," imbuh Sari.

Di lokasi penemuan jenazah, ruangan tampak penuh dengan stok pakaian yang tersusun rapat di dinding. Tingginya bahkan menyentuh langit-langit rumah.

Kondisi itu membuat para relawan harus menyingkirkan tumpukan plastik lebih dulu agar bisa mengevakuasi jenazah.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian AS dan keluarga. Namun mereka memastikan, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dalam tubuh korban.

"Penyebab kematian belum bisa kami ungkap. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait