menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URsport

Kylian Mbappe dan Neymar Mati Kutu di Rumah Sendiri

Rezki Maulana,
10 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kylian Mbappe dan Neymar Mati Kutu di Rumah Sendiri
Image: Neymar dan Kylian Mbappe mati kutu di hadapan Manchester City. (Twitter @ChampionsLeague)

Paris - Paris Saint-Germain harus menelan kekalahan dari Manchester City di kandang sendiri. Neymar dan Mbappe pun tidak bisa apa-apa.

Mbappe jadi andalan PSG saat menjamu City di leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (29/4/2021) dini hari WIB di Parc des Princes. Bukan tanpa alasan mengingat Mbappe tampil apik di fase gugur.

Pada laga babak 16 besar, Mbappe bikin empat gol ke gawang Barcelona, tiga di antaranya dibuat di leg pertama saat PSG menang 4-1. Lalu di perempatfinal, Mbappe dua kali menjebol gawang Bayern Munich di Allianz Arena yang membuat PSG menang 3-2.

Modal itulah yang dibawa Mbappe untuk bisa mengoyak pertahanan City. Sayangnya, ambisi Mbappe tidak kesampaian karena dia malah kesulitan mengembangkan permainan.

Mbappe tak mampu membuat satu pun attempts sepanjang 90 menit di atas lapangan dan tak berkutik menghadapi John Stones serta Ruben Dias. Ini jadi kali pertama Mbappe tidak bisa mengancam gawang lawan di Liga Champions.

Tak cuma Mbappe, Neymar juga mati kutu karena tidak bisa membuat gol sama sekali maupun peluang. Kali terakhir dia bikin gol saat menjebol gawang Borussia Dortmund dua kali di babak 16 besar musim lalu

Jika ditarik mundur, Neymar kesulitan bikin gol di fase gugur Liga Champions bersama Paris Saint-Germain. Sebab, dia tidak bisa mencetak gol di sana sebelum bertemu Dortmund musim lalu.

Ketika Mbappe dan Neymar kesulitan bikin gol, PSG kena batunya. Meski sempat unggul 1-0 di babak pertama lewat Marquinhos, PSG harus kalah dengan skor 1-2 dari gol Kevin De Bruyne di menit ke-64 dan Riyad Mahrez di menit ke-71.

PSG pun harus bisa mengejar selisih satu gol itu dengan kemenangan dua gol tanpa balas di kandang City pekan depan. Bisakah PSG melakukannya?

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait