menu
user

Jakarta - Baru-baru ini beredar video di media sosial soal lafaz azan "Hayya alas salah" diganti menjadi 'hayya alal jihad' yang artinya 'mari berjihad'.

Bahkan, jemaah pun mengikutinya dan ikut menyerukan 'Hayya Alal Jihad' sambil mengepalkan tangan ke atas.

Menanggapi kejadian tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Ketua Pengurus Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas meminta kepada masyarakat untuk tidak terhasut.

"Jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecahbelahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat," kata Robikin Emhas melalui keterangan tertulisnya.

Selain itu, PBNU juga mengajak masyarakat untuk tetap memperkuat toleransi dan saling menghargai. 

Ia pun juga menyampaikan, jika jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.

"Mewujudkan perdamaian dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memakmurkan ekonomi warga serta menciptakan tata kehidupan yang adil dan beradab. Kita harus memperkuat toleransi dan saling menghargai baik sesama maupun antar pemeluk suatu agama, etnis, budaya," paparnya.

Diketahui memang seruan lafaz dengan kata jihad tersebut sering kali dikumandangkan di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

Komentar
paper plane