beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

Langgar UU ITE, Hacker Bjorka Kini Diburu Aparat

Shinta Galih,
12 September 2022 12.45.37 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Langgar UU ITE, Hacker Bjorka Kini Diburu Aparat
Image: Bjorka jual data PeduliLindungi. (Tangkapan layar Telegram Bjorka)

Jakarta - Aksi hacker Bjorka tengah membuat pemerintah kelimpungan. Tak hanya data instansi pemerintah, surat rahasia Presiden RI pun diduga diumbarnya, tak heran aparat kini mencari keberadaannya.

“Perlu saya tegaskan adalah itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya," kata Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono dikutip Urbanasia, Senin (12/9/2022).

Terkait surat rahasia Presiden RI, Heru memastikan itu bohong. Dia menegaskan tidak ada surat berlabel rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan surat lainnya untuk Presiden Jokowi yang bocor.

“Nanti pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan. Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” ungkap Heru.

Sebelumnya, peretas dengan identitas Bjorka melalui grup Telegram mengklaim telah meretas surat menyurat milik Presiden Jokowi, termasuk surat dari BIN.

Klaim dari Bjorka tersebut kemudian diunggah oleh salah satu akun Twitter DarkTracer: DarkWeb Criminal Intelligence, yang kemudian viral dan sempat menjadi salah satu topik pembahasan terpopuler (trending topic) di Twitter hingga Sabtu pagi.

Dalam unggahan di akun Twitter itu disebutkan bahwa surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia, termasuk surat yang dikirimkan BIN dengan label rahasia telah bocor.

Peretas dengan identitas Bjorka juga sebelumnya kerap mengklaim telah meretas data-data terkait kependudukan Indonesia, seperti data registrasi SIM Card Prabayar dan data milik salah satu provider telekomunikasi.

Tak hanya itu, Bjorka pun melakukan doxing sejumlah pejabat, mulai dari Menkominfo Johnny G Plate hingga Ketua DPR Puan Maharani. Lantaran itu, akun Twitter Bjorka menghilang tak dapat diakses.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait