Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Lansia Sebatang Kara Tak Pernah Dapat Bantuan, Walkot Surabaya: Saya Salah

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Lansia Sebatang Kara Tak Pernah Dapat Bantuan, Walkot Surabaya: Saya Salah
Image: Sumirah (89) warga Surabaya yang dilaporkan tak pernah dapat bantuan selama pandemi COVID-19. Sumber: Humas Pemkot Surabaya

Surabaya - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, merespons laporan keberadaan seorang lansia yang tinggal sebatang kara di wilayah Sukomanunggal, Surabaya yang belum pernah mendapat bantuan selama pandemi COVID-19. Menurutnya hal ini merupakan kesalahan dirinya dan juga jajarannya.

"Nelongso (sedih) lansia sebatang kara di Surabaya tidak tersentuh bantuan selama Corona. Baik bantuan dari Kemensos, maupun bantuan dari pemerintah Kota Surabaya. Siapa yang salah? Pemerintah Kota, saya yang salah," kata Eri mengutip video yang dipostingnya di akun Instagram pribadinya, Kamis (26/8/2021).

Lansia yang dimaksud itu adalah Sumirah (89). Ia tinggal di sebuah rumah kontrakan berukuran 2x3 meter di Jalan Simojawar 1 No. 50 RT 01 RW 01, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. 

Hal ini diakui Eri sebagai kelalaian dirinya dan jajarannya di Pemkot Surabaya. Pasalnya, Sumirah yang hidup seorang diri itu belum tersentuh bantuan sama sekali selama pandemi COVID-19. 

1629956019-original-IMG-3536.jpgSumber: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat memberikan pengarahan kepada seluruh ASN Pemkot Surabaya pada Rabu (25/8/2021). Sumber: Humas Pemkot Surabaya

Untuk itu, Eri mengatakan dirinya telah mengingatkan kepada seluruh ASN di Pemkot Surabaya untuk bekerja dengan maksimal pada pengarahan yang digelar virtual, Rabu (25/8/2021) lalu. Ia tak ingin ada lagi kasus serupa, sehingga harapannya ke depan pejabat Pemkot Surabaya lebih sering turun ke lapangan dan memantau kondisi warga yang membutuhkan.

"Kemarin saya sampaikan ke seluruh ASN Pemkot Surabaya, secara virtual, bahwa kita semua harus turun. Lurah, camat, kasi, kabid, kepala perangkat daerah. Mutar ke daerahnya, ke wilayah kerjanya, sesuai tugasnya," ungkap Eri dalam keterangan videonya.

Ia pun meminta maaf atas adanya kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa Sumirah sudah mendapat penanganan dari pihaknya.  

"Saya minta maaf. Nenek Sumirah sudah dalam penanganan Pemkot Surabaya. Untuk teman-teman, adukan segala masalah di lapangan lewat aplikasi Wargaku atau @call112surabaya," tutupnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait