Genoa - Akhir pekan membahagiakan untuk Inter Milan. Puasa kemenangan dituntaskan dengan kemenangan oleh Nerazzurri, lalu clean sheet, dan Romelu Lukaku bikin gol lagi.

Inter dalam sorotan setelah melalui tiga laga tanpa kemenangan di seluruh kompetisi. Setelah diimbangi Lazio 1-1, Inter kalah 1-2 dari AC Milan pada laga derby, dan nyaris kalah saat menjamu Shakhtat Donetsk di Liga Champions sebelum berimbang 2-2.

Pembelian besar-besaran di bursa transfer seperti belum terlihat, terutama performa lini belakang yang mengecewakan. Dengan jadwal yang padat, Inter harus melawat ke Luigi Ferraris, Sabtu (24/10/2020) malam WIB untuk menghadapi Genoa.

Menurunkan Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku di lini serang, Inter masih kesulitan untuk menembus pertahanan Genoa di babak pertama. Bahkan mereka tak melepas satu pun tembakan tepat sasaran, pertama setelah laga kontra SPAL pada Maret 2019.

Barulah di babak kedua, Inter bisa lebih lepas bermain dan mampu memecah kebuntuan pada menit ke-64 lewat Lukaku yang mencungkil bola di hadapan kiper Mattia Perrin usai mendapat umpan Nicolo Barella.

Bagi Lukaku ini adalah gol ke-22 sejak debut bersama Inter musim lalu, tanpa memperhitungkan penalti. Paling banyak di antara para pemain asing yang merumput di Serie A dalam periode tersebut.

Lukaku total sudah membuat 41 gol dari 57 pertandingan bersama Inter, hampir 1,5 gol per pertandingan. Statistik yang oke untuk pemain yang dianggap sudah habis bersama Manchester United dua musim lalu. Lukaku sudah bikin 15 gol dari 13 pertandingan terakhir bareng klub dan Timnas Belgia.

Kemenangan Inter dimantapkan gol Danilo D'Ambrosio yang menyundul bola operan Andrea Ranocchia di depan gawang. Tak terkawal, D'Ambrosio mudah saja menceploskan bola untuk jadi pemain Inter pertama yang bikin minimal dua gol dalam enam musim terakhir.

Inter menang 2-0 untuk meraih clean sheet pertamanya musim ini sekaligus mengakhiri puasa kemenangan di tiga laga sebelumnya. Inter kini di posisi keempat klasemen dengan 10 poin, selisih dua angka dari AC Milan di puncak klasemen yang baru bermain empat kali.

Bisakah Inter tetap tampil konsisten? Kita tunggu saja.

 

Komentar
paper plane