menu
user
URtainment

Lukisan Terbesar Pemegang Rekor Dunia Terjual Rp 895 M

Kintan Lestari,
23 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Lukisan Terbesar Pemegang Rekor Dunia Terjual Rp 895 M
Image: Lukisan kanvas terbesar di dunia yang berjudul 'The Journey of Humanity' karya Sacha Jafri. (Dok. Humanity Inspired)

Dubai - Urbanreaders tahu nggak lukisan kanvas terbesar di dunia? Kalau belum tahu, lukisan terbesar di dunia dipegang oleh seniman asal Inggris bernama Sacha Jafri.

Jafri menciptakan lukisan terbesar di dunia yang berjudul 'The Journey of Humanity'. Lukisan tersebut sukses memenangkan Rekor Dunia Guinness untuk kanvas seni terbesar tahun lalu.

Bagaimana tidak memenangkan Rekor Dunia Guinness, pasalnya lukisan karya Jafri tersebut berukuran seluas 17.176 kaki persegi. 

Karya seni yang dibuat di ballroom hotel Atlantis di Dubai itu juga dikerjakan selama 28 minggu, dari bulan Maret sampai September 2020, dengan menggunakan lebih dari 6.300 liter cat dan 1.065 kuas cat.

Dari situs Humanity Inspired, diketahui karya seni raksasa Jafri telah dipecah menjadi 70 kanvas kecil yang sudah ditandatangani, dikatalogkan, dan dibingkai. Setiap potongan 'The Journey of Humanity' nantinya akan dijual di beberapa rumah lelang pada tahun 2021.

Dilaporkan Reuters, 70 potong lukisan tersebut sudah dibeli oleh pengusaha Prancis yang memiliki bisnis cryptocurrency, Andre Abdoune, seharga US$ 62 juta atau sekitar Rp 895 miliar. 

1616658960-sacha-jafri-lukisan2.jpgSumber: Lukisan kanvas terbesar di dunia yang berjudul 'The Journey of Humanity' karya Sacha Jafri. (Dok. Humanity Inspired)

'The Journey of Humanity' dengan demikian menjadi lukisan termahal kedua di dunia karya seniman yang masih hidup. 

Lukisan termahal pertama karya seniman yang masih hidup adalah 'Portrait of an Artist (Pool with Two Figure)' karya David Hockney tahun 1972 yang pada tahun 2018 terjual seharga US$ 90,3 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. 

Maka dari itu, Sacha Jafri dianggap sebagai salah satu seniman hidup paling terkenal dan termahal di dunia karena penjualan lukisannya selama 18 tahun terakhir. 

Dana dari penjualan nantinya akan disumbangkan ke badan amal yang bermitra dengan Dubai Cares, UNICEF, UNESCO, The Global Gift Foundation, UNHCR, bersama dengan Pemerintah UEA.

“Tujuannya selalu untuk mengubah kehidupan anak-anak di seluruh dunia dan mencoba menghubungkan kembali umat manusia,” kata Jafri seperti dikutip Reuters, Selasa (23/3/2021).

“Kemurnian niat yang hanya dimiliki anak-anak, melakukan sesuatu yang sangat kuat,” lanjutnya lagi.  

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait