beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Manajemen Holywings Minta Maaf Lagi: Demi Kehidupan 3000 Karyawan

Nivita Saldyni,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Manajemen Holywings Minta Maaf Lagi: Demi Kehidupan 3000 Karyawan
Image: Holywings. (Istimewa)

Jakarta - Holywings Indonesia kembali sampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat terkait promosi minuman keras alias miras gratis untuk pelanggan bernama Muhammad dan Maria yang tuai kontroversi. Mereka juga memohon dukungan agar masalah segera terselesaikan demi nasib 3.000 karyawannya.

"Holywings minta maaf, kami memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," tulis Holywings Indonesia lewat akun Instagram @holywingsindonesia, seperti dilihat pada Senin (27/6/2022).

"Demi keberlangsungan lebih dari 3000 karyawan di Holywings Indonesia beserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini," sambungnya.

Holywings Indonesia juga berjanji pihaknya bakal terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka juga berjanji tak akan lepas tangan usai enam orang stafnya diamankan oleh pihak kepolisian.

"Saat ini enam oknum yang bertanggung jawab terkait 'promosi' telah ditahan, menjalani proses hukum dan sudah ditangani oleh kepolisian serta pihak yang berwajib, kami pastikan akan tetap memantau perkembangan kasus ini, menindak tegas dan tidak akan pernah lepas tangan," tegasnya.

Mereka mengaku telah membaca kritik dan saran dari masyarakat. Holywings Indonesia pun berjanji bakal menjadi lebih baik ke depannya.

"Terima kasih untuk seluruh dukungan yang telah diberikan di postingan kami sebelumnya, tentunya kami dari management Holywings Indonesia telah membaca satu-per-satu segala bentuk kritik, saran & pendapat masyarakat terkait kelalaian kami. Kami berjanji akan menjadi lebih baik," tutupnya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by HOLYWINGS (@holywingsindonesia)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait