Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

Mau Beralih ke Menstrual Cup? Kenali Risikonya Dulu Yuk!

Indi Lusiani,
22 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mau Beralih ke Menstrual Cup? Kenali Risikonya Dulu Yuk!
Image: Ilustrasi menstrual cup (Freepik)

Jakarta - Akhir-akhir ini penggunaan menstrual cup sebagai pengganti pembalut dan tampon memang sudah banyak beredar di kalangan wanita. Beberapa penelitian juga telah membandingkan menstrual cup dengan produk kesehatan wanita lainnya dalam hal keamanan dan efektivitasnya.

Memang penggunaan menstrual cup ini dapat membantu kemudahan bagi setiap wanita, khususnya dari segi efektivitas. Namun, melansir Healthline, nyatanya penggunaan menstrual cup terdapat beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi, apa saja?

1. Alergi

Pada umumnya menstrual cup berasal dari bahan silikon, karet, dan lateks. Beberapa orang mempunyai alergi terhadap bahan-bahan tersebut. Oleh sebab itu kamu harus teliti dalam memilih bahan menstrual cup. Pilihan dari silikon dapat menjadi alternatif buat kamu yang alergi terhadap lateks, dan juga sebaliknya.

2. Iritasi

Ternyata iritasi juga bisa termasuk efek samping penggunaan menstrual cup. Kemungkinan kamu memasukkan cup tanpa pelumasan yang tepat sehingga menyebabkan rasa kurang nyaman. Akibatnya, kamu mengalami iritasi pada area kemaluan.

Untuk mencegah ini, coba oleskan pelumas berbasis air pada bagian luar cup. Dengan begitu, kamu dapat lebih mudah menggunakannya.

3. Infeksi

Setelah digunakan, sebaiknya cuci menstrual cup dengan sabun antibakteri dengan bersih. Selain itu bersihkan tangan sebelum memegang menstrual cup agar tidak terjadi perpindahan bakteri atau kuman pada menstrual cup.

4. Toxic Shock Syndrome (TSS)

Sama seperti infeksi, Toxic Shock Syndrome (TSS) juga jarang ditemukan pada penggunaan menstrual cup, namun jika sampai terjadi hal ini merupakan kondisi yang serius. 

Toxic shock syndrome dapat disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu. Penyakit ini terjadi ketika bakteri streptococcus yang tinggal pada kulit secara alami terdorong lebih dalam ke tubuh. Biasanya, TSS ini dapat terjadi ketika kamu terlalu lama menggunakan pembalut atau memakai pembalut dengan kemampuan penyerapan yang terlalu besar.

Maka dari itu, untuk menghindari resiko-resiko penggunaan menstrual cup, kamu harus paham betul memilih menstrual cup yang tepat. Antara lain, material menstrual cup yang digunakan, bentuk dan ukuran panggul, serta ukuran menstrual cup yang pas.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait