beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

Meditation World di Borobudur Tandai Peringatan Hari Wayang

Shelly Lisdya,
8 November 2022 13.43.42 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Meditation World di Borobudur Tandai Peringatan Hari Wayang
Image: Sejumlah peserta peringatan Hari Wayang di Pelataran Candi Borobudur mengangkat tokoh-tokoh wayang usai melakukan meditation world. (ANTARA)

Jakarta - Peringatan Hari Wayang ditandai dengan kegiatan meditation world oleh puluhan kaum milenial di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (7/11/2022).

Kegiatan tersebut diawali dari Halaman Balai Konservasi Borobudur (BKB), kemudian para peserta berjalan menuju pelataran Candi Borobudur dan masing-masing membawa wayang.

Usai sampai pelataran candi, mereka berjalan mengelilingi candi satu putaran dilanjutkan dengan berdoa. Dalam perjalanan menuju candi tersebut para peserta terlihat diam, tidak boleh berkata-kata.

Inisiator meditation world yang juga Penasihat Sanggar Kinara Kinari, Eko Sunyoto mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan wayang kepada generasi muda.

"Sejak 2018 Sanggar Kinara Kinari mengadakan HUT wayang, salah satu tematik kami adalah pengenalan wayang kepada anak," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (8/11/2022).

Tak hanya itu, dalam memperingati Hari Wayang 2022 di Magelang juga dilakukan pergelaran wayang beber oleh Ki Lingga Ahmad Syarifudin dari Srumbung dan pengenalan wayang kepada anak-anak TK dan SD di sekitar Candi Borobudur.

"Metode kami untuk mengenalkan wayang, yakni kami dekatkan mereka ke wayang itu sendiri, karena selama ini hanya melihat dari jauh atau melihat gambar di buku maupun video," katanya.

Menurutnya, selama ini hanya satu sisi, sifatnya hanya melihat pertunjukan, mereka belum masuk ke pertunjukan itu.

"Harapannya mereka bisa masuk ke pertunjukannya, salah satunya dengan metode meditation world itu, mereka pertunjukan sendiri, mereka menjadi dalang sendiri, untuk dirinya sendiri," katanya.

Seorang peserta meditation world untuk memperingati Hari Wayang, Tuti Alawiah Suryadi dari Jakarta yang kebetulan menjadi pendamping kebudayaan di salah satu Desa di Borobudur, menyampaikan baru pertama kalinya ikut serta dalam peringatan Hari Wayang.

"Saya merasakan pengalaman tersendiri bisa melestarikan kebudayaan melalui jalur wayang. Kemudian sebagai generasi muda saya sadar dan paham bahwa kelestarian kebudayaan di Indonesia yang sangat beragam ini memang harus dilestarikan," katanya.

Pamong Ahli Madya Koordinator Aspek Kemanfaatan Balai Konservasi Borobudur Yudi Suhartono menyampaikan apresiasi peringatan Hari Wayang di pelataran Candi Borobudur karena wayang itu salah satu warisan dunia yang telah diakui oleh UNESCO.

"Wayang salah satu kebudayaan, warisan nenek moyang yang harus dijaga kelestariannya," katanya.

Ia menyampaikan bersyukur peserta peringatan Hari Wayang itu melibatkan kaum milenial, karena selama ini wayang identik dengan orang-orang yang sudah tua.

"Ke depan kami berharap wayang bisa diwarisi oleh anak-anak muda, siapa lagi kalau bukan kita untuk mewarisinya, kalau tidak maka akan hilang," katanya

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait