menu
user
URtainment

Meghan Markle Sebut Keluarga Kerajaan Khawatir Warna Kulit Anaknya

Kintan Lestari,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Meghan Markle Sebut Keluarga Kerajaan Khawatir Warna Kulit Anaknya
Image: Pangeran Harry dan Meghan Markle saat berbincang dengan Oprah Winfrey. (Instagram @oprahmagazine)

Jakarta - Meghan Markle dan Pangeran Harry baru-baru ini berbicara banyak hal dalam interview bersama Oprah Winfrey. Salah satu yang dibicarakan Meghan adalah soal putranya, Archie Harrison Mountbatten-Windsor. 

Kepada Oprah, Meghan mengatakan kalau keluarga kerajaan Inggris khawatir tentang seberapa gelap kulit putra mereka. Seperti diketahui, Meghan lahir dari ibu kulit hitam dan ayah yang berkulit putih. 

Meghan mengatakan bahwa putranya Archie, yang sekarang berusia satu tahun, ditolak gelar pangerannya karena ada kekhawatiran di dalam keluarga kerajaan tentang seberapa gelap kulitnya ketika dia lahir.

"Mereka tidak ingin dia menjadi pangeran atau putri, tidak tahu apa jenis kelaminnya, yang akan berbeda dari protokol, dan bahwa dia tidak akan menerima keamanan," ujar Meghan dalam wawancara dengan Oprah Winfrey yang ditayangkan di CBS pada Minggu, (7/3/2021) malam.

"Pada bulan-bulan ketika saya hamil, ada percakapan, 'Anda tidak akan diberi keamanan, tidak akan diberi gelar' dan juga kekhawatiran dan percakapan tentang betapa gelapnya kulitnya saat dia lahir," lanjutnya.

Karena hal itu, ia akhirnya memiliki pikiran untuk bunuh diri dan mempertimbangkan untuk menyakiti diri sendiri setelah memohon bantuan tetapi tidak mendapatkan apa-apa.

Hampir tiga tahun sejak pernikahannya di Kastil Windsor, Meghan menggambarkan beberapa anggota keluarga kerajaan yang tidak ia kenal sebagai orang brutal, berbohong, dan bersalah atas pernyataan rasis.

Dalam wawancara tersebut, Meghan dan Harry melontarkan kritikan pada anggota keluarga kerajaan, namun kritikan dari keduanya tidak menyerang Ratu Elizabeth secara langsung.

Tetap saja, Meghan mengatakan dia telah dibungkam oleh badan yang dipimpin Elizabeth, dan bahwa permohonan bantuannya saat ia berada dalam tekanan karena rasisme tidak didengar.

Meghan memberi tahu Oprah bahwa orang-orang di dalam institusi kerajaan tidak hanya gagal melindunginya dari klaim jahat tetapi juga berbohong untuk melindungi orang lain.

“Hanya setelah kami menikah dan segalanya mulai memburuk, saya jadi mengerti bahwa saya tidak hanya tidak dilindungi tetapi mereka juga bersedia berbohong untuk melindungi anggota keluarga lainnya,” ucap Meghan.

Meghan membantah berita surat kabar bahwa dia telah membuat Kate Middleton menangis sebelum pernikahan dan mengatakan itu adalah titik balik dalam hubungannya dengan media dan istana.

"Yang terjadi justru sebaliknya. Beberapa hari sebelum pernikahan dia (Kate) kesal tentang sesuatu, terkait ya masalah itu benar tentang gaun flower girl, dan itu membuatku menangis. Dan itu sangat melukai perasaan saya," jelas Meghan pada Oprah.

Meghan mengaku dirinya dulu naif dan tidak menyadari apa yang akan dia lalui ketika dia bergabung dengan monarki Inggris.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait