menu
user
URnews

Mengenal Kecanduan Gadget dan Game dari Ratusan Anak yang Dirawat di RSJ

Nivita Saldyni,
26 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenal Kecanduan Gadget dan Game dari Ratusan Anak yang Dirawat di RSJ
Image: Ilustrasi main game. (Pixabay)

Bandung - Kecanduan game pada anak dan remaja semakin mengkhawatirkan. Bahkan di Jawa Barat, ada sekitar 200 anak-anak usia 11-15 tahun pecandu gadget dan game yang menjadi pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua.

Lalu sebenarnya seperti apa sih kecanduan game ini? Apa bahayanya? Seperti apa penanganannya?

Psikiater Sub Spesialis Anak dan Remaja RSJ Cisarua, dr Lina Budiyanti dalam keterangan resminya mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan kecanduan game atau game disorder ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD) sebagai penyakit gangguan mental untuk pertama kalinya. Nah, kecanduan game sendiri merupakan disorders due to addictive behavior atau gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.

"Konsekuensi negatif kecanduan internet dapat berupa perubahan mood atau emosi, termasuk iritabilitas, kemarahan dan kebosanan, gangguan pola tidur dan kualitas tidur yang buruk, depresi dan cemas serta risiko bunuh diri," kata Lina, dikutip dari rilis resmi RS Jiwa Cisarua, Kamis (18/3/2021).

Selain itu, hal ini juga bisa mempengaruhi kondisi fisik, sosial dan finansial. Mulai dari membuat kesehatan secara umum menurun, gizi buruk dan konsumsi kafein yang berlebihan, kehilangan teman di dunia nyata, konflik dengan anggota keluarga, perpisahan dan perceraian, rusaknya produktifitas dan kehilangan pekerjaan serta masalah finansial.

Untuk menangani masalah ini, menurutnya perlu kolaborasi antara para profesional di bidang kesehatan jiwa dan juga keluarga. Penanganannya pun bisa dilakukan lewat beberapa terapi.

"Terapi yang diberikan bisa berupa konseling, psikoterapi, dan pada kasus-kasus yang berat atau sudah ada gejala gangguan jiwa bisa juga diberikan obat," imbuhnya.

Namun hal ini sebenarnya bisa dicegah. Caranya, membatasi pemakaian gadget/internet/game untuk anak yaitu tidak lebih dari 2 jam. Selain itu juga mendorong anak menggunakan internet untuk hal yang produktif, mendorong anak untuk melakukan kegiatan lain khususnya kegiatan fisik dan aktifitas lain di luar rumah, mengurangi akses terhadap internet dengan menjauhkan gadget saat di tempat tidur.

"Orang tua juga bisa menggunakan teknologi dalam memantau penggunaan gadget atau internet, misalnya dengan parental lock dan lainnya," pungkas Lina.

RSJ Cisarua sendiri memyediakan layanan khusus untuk bisa mendeteksi dini kecanduan pada game ini loh. Caranya dengan melakukan Tes Ketergantungan Game Internet melalui Konsultasi Jiwa Online di sini.

Dalam tes tersebut, kamu harus menjawab beberapa pertanyaan tentang kecanduan internet. Misalnya pertanyaan tentang apakah kamu menggunakan internet secara berlebihan atau terobsesi terus menerus pada internet atau game. Bahkan hasilnya bisa langsung dapat dilihat loh.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait