Hot News

Jakarta - Urbanreaders pasti sudah sering mendengar adanya gangguan tidur berjalan atau tidur sambil beraktivitas lain seperti makan, minum, berbicara dengan orang lain, bahkan melakukan aksi kriminalitas. 

Tapi, kamu udah tahu belum kalau gangguan serupa juga bisa bikin orang tidur sambil bercinta? Wah, kok bisa ya? Gangguan ini disebut dengan sexsomnia. 

Gangguan yang bikin orang tidur sambil bercinta, berbeda dengan mimpi berhubungan intim, guys. Orang yang memiliki sexsomnia akan bertindak seperti sedang melakukan hubungan intim, misalnya masturbasi atau melakukan penetrasi dengan orang lain.

Perbedaannya, orang dengan gangguan sexsomnia melakukannya sambil tidur alias nggak sadarkan diri, guys. Semua aktivitas seksual yang dilakukannya nyata, namun tidak dalam kondisi sadar atau terjaga. Sehingga, saat bangun, biasanya ia tidak bisa mengingat apa-apa.

1598266113-pixabay-tidur.jpgSumber: Ilustrasi tidur. (Pixabay/Victoria_Borodinova)

Apa sih yang menyebabkan gangguan ini?

Menurut para ahli, gangguan sexsomnia erat kaitannya dengan kondisi psikologis seperti depresi, kecemasan, dan rasa frustasi akibat kurangnya aktivitas seksual. 

Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh gaya hidup tak sehat seperti mengonsumsi alkohol dan minum kafein terlalu banyak menjelang waktu tidur.

Terus, gangguan ini bisa disembuhkan nggak?

Sayangnya, belum ada obat atau perawatan khusus yang bisa menyembuhkan gangguan ini, guys. Para penderita bisa mengatasi gangguan ini dengan memperbaiki kualitas tidur mereka, menjaga gaya hidup sehat, mengurangi tingkat stres, dan menghindari konsumsi alkohol di malam hari. 

Selain itu, buat yang sudah menikah, lakukanlah aktivitas seksual dengan pasangan secara lebih teratur.

Uniknya, kondisi ini termasuk fenomena yang relatif baru dalam dunia medis, guys. Menurut sebuah studi, pada tahun 2015 lalu, tercatat hanya ada 94 kasus sexsomnia yang dilaporkan di seluruh dunia.

Para ahli juga mengaku kesulitan untuk meneliti gangguan ini lebih lanjut, mengingat gangguan ini terjadi secara acak dan tidak dapat diprediksikan. Hingga saat ini, sexsomnia masih menjadi kajian untuk diteliti lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.


Loading ..