menu
user
URstyle

Mengulas Diet Tya Ariestya yang Banyak Dikritik

Itha Prabandhani,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengulas Diet Tya Ariestya yang Banyak Dikritik
Image: Pesinetron Tya Ariestya (@tya_ariestya/Instagram)

Jakarta - Pesinetron Ariestya Noormita Azhar atau akrab disapa Tya Ariestya, lagi jadi perbincangan netizen nih, guys. Pasalnya, Tya belum lama ini mempublikasikan buku berjudul 'The Journey Of fit Tya Ariestya' yang berisi kisah suksesnya menurunkan berat badan sebanyak 25 kg hanya dalam waktu 4 bulan!

Namun, buku tersebut malah menuai kontroversi sebab ada beberapa cara diet yang menurut para ahli malah tidak sesuai dengan anjuran kesehatan. Alhasil, kisah sukses diet Tya pun banyak mendapatkan sorotan dan kritikan.

Lantas, kenapa sih cara diet Tya banyak dikritik? Yuk, simak rangkumannya, guys!

Sayuran Bikin Berat Badan Tak Kunjung Turun

1594469080-sayuran-hijau.jpgSumber: Freepik

Poin pertama yang banyak dikritik adalah pendapat Tya yang menyatakan bahwa sayuran menghambat penurunan berat badan. Menurutnya, dokter yang mengatur nutrisi dan pola makannya jarang memberikan menu sayur di awal program. "Bukan karena sayur itu gak bagus buat badan, tetapi karena aku gak suka aja, hehe!" tulis Tya. "Oh iya, tau gak sih, kalau sayur bisa menghambat penurunan berat badan, loh," lanjutnya.

Pernyataan Tya yang satu ini bikin netizen bertanya-tanya apakah mengonsumsi sayuran malah bisa menambah berat badan. Padahal, menurut para ahli gizi, sayuran hijau adalah salah satu komponen penting yang menunjang proses penurunan berat badan.

Dilansir dari Healthline, sayuran seperti kale, bayam, atau sawi hijau sangat berguna buat program diet karena mengandung banyak serat, namun rendah kalori dan karbohidrat. Sayuran hijau juga kaya antioksidan dan kalsium yang menunjang proses pembakaran lemak.

Bebas Mengonsumsi Garam

1594473676-makanan-tinggi-garam.jpgSumber: Freepik

Hal selanjutnya yang mendapat sorotan adalah tentang konsumsi garam. Tya menuliskan salah satu menu hariannya adalah ayam fillet. “Ayam fillet tanpa kulit boleh dimakan dengan bumbu apapun, boleh pakai garem, bebas malah..."

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk membatasi konsumsi sodium 2.400mg atau sekitar 1 sendok teh garam per hari, guys. Jadi, pernyataan Tya dalam bukunya dinilai bisa menimbulkan anggapan salah mengenai jumlah garam yang boleh dikonsumsi setiap hari.

Diet Rendah Kalori

1586406424-makanan-sehat.jpgSumber: Ilustrasi makanan sehat (pixabay)

Salah satu menu makanan yang disoroti adalah menu yang dirancang pada 19 Oktober 2020, di mana asupan kalori hariannya kurang dari 500 kalori. Begini isi menunya, guys.Jam 09.00 - Melon 50 g

· Jam 12.00 - Nasi 2 sdm + ayam tanpa kulit/ikan laut 40 g

· Jam 15.30 – Putih telur 1 buah

· Jam 19.00 - (sama dg jam 12) + omega3

· Jam 21.00 – Putih telur 1 buah

Di sisi lain, pola diet yang sangat rendah kalori dinilai tidak baik untuk kesehatan jika dilakukan dalam jangka panjang.

Meski tulisan di bukunya menuai kontroversi, Tya juga aktif membagikan pola dietnya melalui sejumlah unggahan di akun Instagramnya.

“Yang aku lakukan adalah jalanin pola hidup sehat selama 4 bulan terakhir kemaren, sampai sekarang jg masih krn jd terbiasa dgn pola hidup & makan yg sehat2,” tulisnya.

“Intinya, apa yang aku lakukan, ngerubah pola hidup, pola makan, jd lbh sehat. Jalan 45 menit, disiplin waktu makan, atur pola makan (no minyak, no tepung, no santan, no gula), dan tetap boleh makan nasi 5-6 kali sehari!” lanjutnya.

Nah, kalau kamu tertarik mengikuti pola diet Tya, jangan lupa untuk berkonsultasi dulu dengan ahli gizi ya guys!

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait