beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URedu

Mulai Besok Siswa Surabaya Bebas PR, Eri Cahyadi Pesan Ini ke Orang Tua

Nivita Saldyni,
9 November 2022 09.06.18 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mulai Besok Siswa Surabaya Bebas PR, Eri Cahyadi Pesan Ini ke Orang Tua
Image: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Pemkot Surabaya)

Jakarta - Berterpatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November, Pemkot Surabaya bakal menerapkan pembebasan Pekerjaan Rumah (PR) bagi siswa SD dan SMP Negeri maupun Swasta di Kota Pahlawan.

Nantinya, jam pelajaran akan dipangkas sampai dengan pukul 12.00 WIB dan dilanjutkan dengan pendalaman karakter siswa selama dua jam pembelajaran. 

Mengenai rencana tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengaku paham masih ada orang tua siswa yang khawatir dengan kebijakan tersebut. Namun, ia menilai pro dan kontra dalam suatu kebijakan merupakan hal yang wajar.

“Sebetulnya orang tua belum memahami kalau PR itu (tetap) ada tetapi diganti dengan PR untuk pembentukan karakter di sekolah. Berarti orang tua harus sadar betul, ketika anaknya di sekolah mendapatkan pendidikan, ada PR setelah itu diselesaikan di sekolah,” ungkap Eri dikutip dari keterangan resminya, Rabu (9/11/2022). 

Maka, sambung Edi, orang tua juga harus mendidik anak-anaknya untuk memiliki karakter sebagai calon pemimpin bangsa nanti.

Untuk itulah Eri mengajak para orang tua siswa ikut membentuk karakter anak-anak saat berada di rumah. Sebab, menurutnya orang tua juga punya tugas melakukan pengawasan dan menjaga anak-anak selama berada di rumah.

“Sebetulnya pendidikan tidak hanya dibebankan kepada guru di sekolah. Tetapi orang tua juga bertanggung jawab dalam proses pembentukan karakter anak,” ujar Eri. 

Eri menilai, karakter anak memang merupakan tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tapi yang lebih penting hal itu menjadi tanggung jawab orang tua.

"Jangan dibebankan anak dengan PR karena orang tua tidak mampu untuk mendidik, tetapi mereka harus hadir agar anak tidak individualistik,” pesannya. 

Eri pun menegaskan, kebijakan pembebasan PR ini bertujuan untuk memberikan ruang kreatif kepada anak. Hal ini dilakukan agar para siswa tidak terbebani PR dan bisa meningkatkan kemampuannya untuk bersosialisasi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait