Musim Hujan Tiba, Waspada 5 Penyakit Akibat Nyamuk!

Jakarta – Musim hujan sudah mulai melanda beberapa wilayah di Indonesia. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan agar tidak terserang penyakit, termasuk penyakit akibat gigitan nyamuk.
Di musim hujan, nyamuk berkembang biak dengan cepat di tempat - tempat yang banyak genangan air. Hal ini perlu diwaspadai sebab beberapa spesies nyamuk cukup berbahaya, salah satunya aedes aegypti.
Gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengue, yang menyebabkan lemas, pusing, mual, sakit kepala, hingga perdarahan hebat, hingga kematian.
Selain demam berdarah dengue, spesies nyamuk lain juga dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya sebagai berikut:
1. Chikungunya
Selain demam berdarah dengue, nyamuk aedes aegypti juga dapat menyebabkan penyakit chikungunya. Gejalanya pun mirip, yakni demam, menggigil, kelelahan sakit kepala, hingga bintik merah. Bedanya, orang yang terinfeksi chikungunya mengalami nyeri sendi berat yang membuat seseorang kesulitan bergerak.
Gejala chikungunya umumnya membaik dalam seminggu. Tapi pada sebagian penderita, nyeri sendi dapat berlangsung selama berbulan - bulan.
2. Malaria
Malaria adalah penyakit yang disebabkan parasit plasmodium. Parasit tersebut masuk ke dalam tubuh manusia lewat gigitan nyamuk Anopheles sp yang terinfeksi. Gejala malaria mirip dengan flu, yaitu demam, menggigil, disertai sakit kepala hebat.
Malaria dapat sembuh total jika langsung diobati. Namun dalam kasus yang lebih berat, penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal, anemia berat, hingga kematian.
3. Zika
Zika virus sempat membuat heboh warga Brasil pada 2016, bertepatan dengan ajang Olimpiade. Penyakit ini ditularkan lewat gigitan nyamuk dari beberapa spesies.
Pada sebagian orang, penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Tetapi bisa juga berupa demam, nyeri sendi, dan ruam. Zika cukup berisiko jika dialami ibu hamil. Virus ini dapat membuat janin mengalami lahir prematur, mikrosefali, hingga cacat otak.
4. Filariasis
Dikenal juga sebagai penyakit kaki gajah, filariasis disebabkan tiga spesies cacing filaria, seperti wuchereria bancrofti, brugia malayi, dan brugia timori. Cacing tersebut masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk. Spesies nyamuk yang menjadi vektor cacing ini di antaranya, culex, anopheles, mansonia, dan aedes.
Penyakit kaki gajah bisa berlangsung selama bertahun - tahun. Jika tidak diobati dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati). Dalam kasus yang parah, area pembengkakan juga terjadi di tungkai kaki, lengan, buah dada, dan buah zakar.
5. Japanese Encephalitis
Terakhir, ada penyakit Japanese Encephalitis. Penyakit ini disebabkan virus flavivirus yang menyebar lewat gigitan nyamuk Culex, terutama Culex Tritaeniorhynchus.
Sebagian besar pengidap Japanese Encephalitis hanya menunjukkan gejala ringan, seperti demam, muntah, mual, dan sakit kepala. Pada sebagian anak, Japanese Encephalitis umumnya menyebabkan kejang.
Nah itu tadi penyakit-penyakit yang dapat ditularkan gigitan nyamuk. Supaya terhindar dari penyakit berbahaya, kita perlu hidup bersih dengan menerapkan 3M.