Jakarta - Aplikasi Muslim Pro mengakui mereka mengumpulkan data pengguna. Hanya saja tujuannya untuk mengembangkan layanannya.

Dalam keterangan resmi yang dipajang di situs resminya, Muslim Pro mengatakan mengumpulkan, memproses, dan menggunakan informasi yang disediakan dan diberikan oleh para pengguna saat mengakses aplikasi dan layanannya, misalnya seperti informasi yang pengguna masukkan terkait dengan penggunaan aplikasi.

"Kami menggunakan informasi yang tersedia untuk meningkatkan layanan, mendukung riset lebih mendalam, serta mengembangkan aplikasi," kata pihak Muslim Pro.

Mereka pun menganalisis data agar dapat lebih memahami kebiasaan pengguna dan meningkatkan fungsi layanan secara menyeluruh. Data lokasi digunakan untuk menghitung ketepatan waktu salat, arah Kiblat, dan juga fitur lainnya. 

Tindakan tersebut juga dilakukan untuk membantu merencanakan dan merancang berbagai fitur, seperti halnya dalam meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. 

"Kami sepenuhnya berkomitmen untuk menghormati dan melindungi privasi pengguna sesuai dengan undang-undang dan peraturan privasi data global seperti GDPR dan CCPA. Kami juga selalu menerapkan langkah-langkah pengamanan standar industri untuk memastikan seluruh data terjaga dan aman. Ini karena kepercayaan jutaan umat dan para pengguna setiap hari di Muslim Pro adalah segalanya bagi kami,' papar Muslim Pro.

Pihak Muslim Pro berdalih seperti halnya lainnya, mengembangkan aplikasi religius yang berkualitas tentunya membutuhkan waktu dan sumber daya. Karenanya mereka berkolaborasi dengan mitra-mitra teknologi terpilih agar dapat terus memberikan layanan terbaik bagi para pengguna dan mengembangkan kualitas aplikasi.

"Bagi aplikasi seperti Muslim Pro, data yang dibagi kepada para mitra digunakan untuk tujuan umum seperti periklanan, di mana ini adalah sumber pemasukan utama agar kami dapat memberikan layanan gratis kepada para pengguna. Kami melakukan hal ini sepenuhnya dengan mematuhi semua hukum dan aturan yang berlaku. Kami juga menerapkan kebijakan tata kelola data yang ketat untuk memastikan data pengguna selalu terlindungi," ujarnya.

Ditegaskan dalam kondisi apapun Muslim Pro tidak berbagi informasi pribadi sensitif para pengguna, seperti halnya nama, nomor telepon, atau email. Data yang dibagi bersama para mitranya adalah data anonim, yang berarti data tersebut bukanlah data yang terkait dengan individu tertentu.

Mereka puni bekerja sama dengan berbagai pihak ketiga terpilih dalam industri digital, termasuk sosial media, analisis data, dan mitra periklanan yang secara umum membantu mengembangkan produk dan layanan mereka dan semua dilakukan dengan konsen (izin) dari para penggunanya.

"Ya. Kami sepenuhnya berkomitmen untuk menghormati dan melindungi privasi pengguna sesuai dengan undang-undang dan peraturan privasi data global seperti GDPR dan CCPA. Kami juga selalu menerapkan langkah-langkah pengamanan standar industri untuk memastikan seluruh data terjaga dan aman. Ini karena kepercayaan jutaan umat dan para pengguna setiap hari di Muslim Pro adalah segalanya bagi kami.  Kami akan terus memastikan keamanan data, termasuk juga melalui audit oleh para pakar dari pihak ketiga yang independen," pungkas aplikasi yang kini punya 100 juta pengguna di seluruh dunia ini. 

Komentar
paper plane