URnews

Sederet Fakta Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Angka

Retno Wulan, Jumat, 11 Juni 2021 15.44 | Waktu baca 4 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sederet Fakta Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Angka
Image: Ilustrasi panjang dan lebar Negara Kesatuan RI. (Badan Informasi Geospasial)

Jakarta - Pengenalan, mampu menyibak fakta lebih dalam tentang sebuah gejala. Setidaknya itu yang tersirat dalam lirik lagu ini : “Dan kau hadir mengubah segalanya, jadi lebih indah”.  Sebaris lirik pada lagu yang dinyanyikan Adera ini menggambarkan,  lewat kehadiran seseorang rasa cinta bisa terbangkitkan.

Terlebih jika tahap pengenalannya lebih dalam dan kehadirannya lebih kerap, maka rasa segera tersingkap. Tak hendak membahas tentang asal usul rasa cinta, tapi analog dengan pembahasan soal rasa, mengenal lebih dalam fakta tentang Indonesia lewat angka dan peta, bisa membangkitkan rasa cinta. Tentu saja dalam konteks ini, rasa cinta pada tanah air. 

Tak banyak yang peduli pada fakta-fakta Indonesia dalam angka ini. Contohnya, berdasar data rujukan nasional kewilayahan yang disiapkan oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) yang bekerjasama dengan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI-AL, luas Negara Kesatuan Republik Indonesia darat dan perairannya, mencapai 8.300.000 km2.  

Pada luasan tersebut, panjang garis pantai Indonesia mencapai 108.000 km. Ini memposisikan Indonesia pada peringkat ke-2 dari 10 negara, dengan garis pantai terpanjang di dunia. Posisi tersebut ada di bawah Kanada, yang panjang garis pantainya 202.800 km. Sedangkan jumlah pulau di Indonesia, mencapai 17.504 pulau yang sudah diberi nama, dengan 16.056 di antaranya telah didaftarkan ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Terkait dengan jumlah pulau ini, Indonesia kembali masuk dalam 10 besar negara berpulau terbanyak di dunia. Posisi Indonesia ada di peringkat ke-5, di bawah Swedia, Finlandia, Norwegia dan Kanada. Istimewanya, dari 26 pulau terbesar di dunia, 5 pulau di Indonesia, masuk dalam kategori terbesar ini. Pulau-pulau itu meliputi: Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. 

Jika fakta dalam angka lainnya tentang Indonesia, dibandingkan dengan benua-benua yang ada di dunia, akan bangkit rasa bangga : Indonesia merupakan bangsa yang besar. Panjang Indonesia dalam kilometer, dari Sabang sampai Merauke, setara dengan Benua Eropa dan Benua Amerika. Sedangkan luasnya, setara Gurun Sahara.

Luas daratan Indonesia yang mencapai 1.921.000 km2, sama dengan penjumlahan dari luas Portugal (92.000 km2) ditambah luas Spanyol (504.000 km2) ditambah luas Perancis (551.000 km2) ditambah luas Belanda (42.000 km2) ditambah luas Belgia (30.500 km2) ditambah luas Denmark (43.000 km2) ditambah luas Jerman (357.000 km2) dan ditambah luas Italia (302 km2). 

Saat dilihat dari peta, tergambar betapa luasnya Indonesia. Ini tak kurang dari luas Benua Eropa, yang di dalamnya terdapat 44 Negara berdaulat yang diakui PBB.  Bentangan peta dari barat sampai ke timur, mulai Sabang sampai Merauke, sama panjangnya dengan bentangan dari Bagdad ke London. Sedangkan bentangan dari utara ke selatan, mulai Kepulauan Satal ke Pulau Rote, sama dengan bentangan Jerman ke Aljazair. 

Ambil saja satu contoh wilayah Timur Indonesia, misalnya Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk menunjukkan posisi spasial Indonesia dibanding negara dunia. Ternyata, luas Provinsi Nusa Tenggara Timur lebih luas dibanding negara Denmark. Luas Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 48.700 km2,  sedangkan luas Denmark 42.500 km2. Ini bahkan lebih luas daripada luas negara Taiwan, yang hanya 15.000 km2. 

1623398541-luas-wilayah-negara-lain.pngSumber: Ilustrasi perbandingan Indonesia dengan benua benua. (BIG)

Berbicara tentang fakta spasial Indonesia, tentu sebatas data kuantitatif tentang negara ini. Sedangkan secara kualitatif, dengan luasnya wilayah yang telah diuraikan itu, terbersit kandungan kekayaan keanekaragaman hayati, keanekaragaman budaya dan keanekaragaman ide manusia di dalamnya. Ini tentu merupakan keunggulan yang wajib dicintai.

Dicintai berarti juga dipelihara dan dijaga dengan hati-hati, Dibutuhkan sumberdaya yang besar untuk keperluan itu. Mengelola negara yang demikian besar, salah satu yang dibutuhkan adalah informasi geospasial. Informasi ini dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan dan bagi para pembuat kebijakan dalam pemanfaatan sumberdaya negara, demi kesejahteraan warganya.

Lewat informasi geospasial, dapat dipahami keunggulan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai satu satuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Informasi geospasial dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, maupun pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang di bumi.

Salah satu peran yang diambil oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) adalah menyelenggarakan fungsi Pemerintah dalam menyediakan Informasi Geospasial (IG) yang akurat, handal,  dapat dipertanggungjawabkan, dan mudah diakses. 

 

**) Penulis merupakan Surveyor Pemetaan Madya Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik pada Badan Informasi Geospasial (BIG)

**) Tulisan ini merupakan tanggung jawab penulis secara pribadi, bukan pandangan Urbanasia

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait