menu
user
URnews

NTT Dilanda Banjir Bandang, Khofifah: Jawa Timur Tengah Siapkan Bantuan

Nivita Saldyni,
6 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
NTT Dilanda Banjir Bandang, Khofifah: Jawa Timur Tengah Siapkan Bantuan
Image: Suasana pascabanjir di Flores Timur, Minggu (4/4/2021) pukul 01.00 waktu setempat. (BPBD Kabupaten Flores Timur)

Surabaya - Indonesia kembali berduka karena banjir bandang yang tengah terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas hal tersebut, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa turut menyampaikan duka mendalam dan menyatakan akan segera mengirim bantuan.

“Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Jatim, saya sampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah itu. Kejadian ini menjadi duka bersama Indonesia. Semoga NTT bisa segera pulih,” kata Khofifah di Surabaya, Senin (5/4/2021).

“InsyaAllah, warga NTT tidak sendiri. Saat ini Jatim tengah menyiapkan bantuan untuk dikirim ke sana segera,” imbuhnya.

Khofifah pun tak ketinggalan meminta seluruh masyarakat Jatim untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang tengah mengalami bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Seroja ini.

"Semoga seluruh rakyat NTT diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi bencana ini," pungkasnya.

Seperti yang Urbanasia beritakan sebelumnya, sejumlah wilayah NTT baru saja dilanda banjir bandang pasca diguyur hujan deras pada Minggu (4/4/2021). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WITA ini mengakibatkan sejumlah bangunan rusak dan juga adanya korban jiwa.

Data terbaru BNPB menyebutkan, bencana banjir bandang yang terjadi di Flores Timur ini telah membuat 44 orang korban meninggal dunia, 26 orang hilang, sembilan orang luka-luka, 80 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi. 

Selain itu hingga saat ini, kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait