beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Omicron Terus Bertambah, Ketua Satgas IDI: Jangan Remehkan Meski Gejala Ringan

Eronika Dwi,
6 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Omicron Terus Bertambah, Ketua Satgas IDI: Jangan Remehkan Meski Gejala Ringan
Image: Ilustrasi Omicron (Reuters via Antara)

Jakarta - Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban menekankan untuk tidak meremehkan varian Omicron, meski bergejala ringan sekali pun.

Sebab, Zubairi mengatakan, apabila kasus meledak, tetap saja rumah sakit akan penuh, dan fasilitas kesehatan terganggu.

"Jangan remehkan Omicron meski gejalanya ringan. Ketika kasus meledak, tetap saja rumah sakit akan penuh. Fasilitas kesehatan terganggu dan PTM 100 persen yang baru mulai bisa tertunda lagi," kata Zubairi lewat akun Twitternya, Minggu (9/1/2022).

Karenanya, Zubairi menilai sangat tidak bijaksana bila masyarakat tetap melakukan perjalanan internasional untuk saat ini.

"Saya rasa tidak bijaksana melakukan perjalanan internasional yang tidak perlu saat ini," tegasnya.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kasus Omicron kembali bertambah.

Pada Jumat (7/1/2022), pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 57 orang, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 318 orang.

Penambahan 57 orang itu terdiri dari tujuh orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri.

Secara keseluruhan dari awal kasus Omicron pada Desember 2021 hingga Jumat (7/1/2022), kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi.

Sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Ada 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen.

Kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat COVID-19.

Namun upaya vaksinasi saja tidak cukup, harus dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal tersebut guna menjamin seseorang aman dari tertular maupun menularkan COVID-19 kepada orang lain.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait