Hot News

Jakarta - Urbanreaders, apakah kamu tertarik untuk berinvestasi? Nah, pas banget nih karena pakar perencanaan keuangan, Aidil Akbar punya pesan untuk kamu, khususnya generasi milenial yang berencana memulai investasi.

"Saya mau kasih kritik ke milenial nih. Milenial sekarang ini kan, satu banyak yang sotoy. Kedua, milenial banyak yang gak sabar. Milenial sekarang semua rata-rata pingin main saham. Milenial kita itu kan pingin serba instan, cepet kaya, cepet dapet duit. Nah, semua yang instan itu kan gak bertahan lama," kata Aidil kepada Urbanasia, Rabu (23/9/2020).

Apalagi jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya, minat generasi milenial untuk investasi saham cukup tinggi. Hal ini menurut Aidil menjadi bukti yang cukup untuk mengatakan milenial adalah generasi yang tidak sabaran loh.

"Jadi saat ini milenial banyak yang tidak paham tentang saham tapi buru-buru pingin main saham. 'Ngerti gak risikonya? Ngerti ngeti', tapi begitu duitnya ilang dia ngomel, misuh-misuh di media sosial," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Aidil menyarankan agar milenial untuk lebih bersabar dan belajar lebih dalam sebelum terjun ke dunia investasi. 

"Kalau menurut saya, milenial coba ikutin proses. Belajar berproses bukan belajar instan. Sebuah aplikasi sejenis Gojek, itu kan baru booming 2015 - 2016, itu aja berproses empat sampai lima tahun baru bisa besar seperti sekarang. Jadi minimal butuh waktu lima sampai enam tahun untuk berproses. Gak bisa tiba-tiba sesuatu 'meledak' (sukses), demikian juga pola pikir dalam berinvestasi dan mengelola keuangan," sarannya.

Ketika ditanya apa saja yang harus disiapkan sebelum memulai berinvestasi, Aidil mengatakan ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan nih guys.

"Coba belajar dulu saham itu apa, fundamentalnya apa. Mulailah dari yang lebih konservatif, misal reksadana saham. Jadi (main saham) harus punya waktu, punya knowladge, harus ngerti teorinya, harus ngerti praktiknya. Jadi ada banyak komponen yang harus kita pahami sebelum main saham," kata Aidil.

Untuk itu ada baiknya nih kalau kamu pelajari dulu step by step financial planning sebelum melangkah dan memulai investasi.

"Dalam ilmu financial planning, investment itu paling belakang, nomor 6. Jadi pelajari dulu nomor 1 sampai 5. Nah trading itu nomor 7 sama 8, nah kebayang nggak kalau orang langsung lompat ke nomor 8? Pasti bakal berantakan. Nah, milenial itu kebanyakan pingin lompat seperti yang tadi, gak sabar, pingin serba instan," pungkasnya.

"Saran saya untuk bisa mengolah keuangan, belajar deh, belajar dulu deh. Belajar satu dua tiga tahun, baru kemudian masuk ke investasi sesuai dengan profil resiko," tutup Aidil.

Komentar

Loading ..