Hot News

Jakarta - Urbanreaders mungkin sudah melihat di media sosial dan media mainstream ada kasus yang melibatkan profesi perencana keuangan yang mengaku bisa mengolah dana dan akhirnya melakukan trading yang bukan untuk kepentingan nasabah.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, gimana sih caranya suapaya kita semua tidak salah memilih atau menggunakan jasa perencana keuangan sehingga kena perencana keuangan yang tidak profesional alias abal-abal.

1. Pilih yang Sudah Berpengalaman

Pilihlah perencana yang punya track record panjang. Kenapa track record penting? Dalam bidang keuangan apapun, orang keuangan yang punya track record panjang itu cenderung sangat hati-hati dan menjaga nama baik mereka.

Karena, bisnis keuangan adalah bisnis kepercayaan. Jadi track record yang panjang itu harus dibangun bertahun-tahun dan butuh kepercayaan dari banyak orang sehingga orang tidak mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang bodoh hanya untuk mendaptkan keuntungan kecil dan sifatnya sesaat.

2. Bagaimana dengan Perencana Keuangan Baru?

Saat ini juga banyak perencana keuangan yang mungkin mengambil pendidikan di tempat asosiasi.

Untuk perencana keuangan baru, kita harus tahu siapa yang mendidik mereka, kedua kita juga perlu tahu siapa mentornya jadi meskipun mereka punya track record yang kecil atau pendek dan baru.

Tapi, kalau yang mendidik mereka adalah perencana keuangan senior dan punya track record diatas 10 tahun maka mereka masih bisa di konsederasi dan dianggap mengikuti track record tersebut.

3. Cek Sertifikasinya

Setiap perencana keuangan harus punya sertifikasinya, guys. Sertifikasi ada banyak yang mungkin dikenal orang banyak.

Nah, di tempat kami ada yang namanya RFA (Registered Financial Associates) kemudian ada RPP (Registered Professional Planner).

Intinya semua yang memiliki gelar, mereka adalah Certified Financial Planner. Hanya gelarnya berbeda-beda, ada RPP, RFA, RFC.

Jadi, jangan lupa untuk cek gelarnya, crosscheck dengan asosiasinya.

4. Cari Referensi Client Mereka

Tanyakan pada kiri kanan bagaimana si financial planner menangani kasus mereka. Apakah ada penurunan atau kerugian dan jika ada bagaimana cara mereka mengatasi penurunan kerugian tersebut.

Cobalah untuk selalu mencari informasi sebanyak-banyaknya tanya second opinion.

5. Jangan Silau dengan Penampilannya yang Sok Asik

Urbanreaders, harus hati-hati, jangan sampai tergiur dengan penampilan dari luar saja dan juga terkesan panjat sosial (pansos).

Pilih yang biasa atau normal-normal aja, karena perencana keuangan harus bisa merencanakan keuangannya sendiri sebelum dia bisa membantu perencanaan orang lain.  

6. Jangan Silau dengan Konten Media Sosial

Ini adalah hal paling penting, jangan silau dengan konten mereka yang terkesan bagus dari sisi gambar dan isinya. Ingat, konten media sosial itu bisa dibikin secara umum. 

*Artikel ini ditulis oleh perencana keuangan Aidil Akbar dan disunting oleh Anisa Kurniasih

Komentar

Loading ..