menu
user
URnews

Pemkot Madiun Berlakukan Belajar Tatap Muka Berkonsep Outdoor Learning

Shelly Lisdya,
4 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pemkot Madiun Berlakukan Belajar Tatap Muka Berkonsep Outdoor Learning
Image: Kegiatan PTM berkonsep outdoor learning di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. (Instagram @pemkotmadiun)

Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur mulak menerapkan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang berkonsep outdoor learning pasa Selasa (6/4/2021). 

Sejumlah pelajar dari 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pendekar serentak melaksanakan Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) dengan konsep baru di masa pandemi ini. 

PTM dibagi di 14 titik taman yang bisa digunakan untuk pembelajaran di luar kelas tersebut.

‘’Kami uji coba outdoor learning. Kami punya banyak taman yang bisa digunakan. Kami uji coba satu minggu ke depan dan terus kita evaluasi,’’ ujar Wali Kota Madiun Maidi saat meninjau langsung kegiatan PTM outdoor learning di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun, seperti dikutip dari Instagram @pemkotmadiun, Rabu (7/4/2021).

Kendati dilakukan secara serentak, tatapi tidak semua pelajar masuk. Pelajar yang mengikuti PTM berkonsep ourdoor learning sengaja diberlakukan sistem sif. Pun, PTM maksimal hanya dilakukan tiga hari dalam sepekan. Selebihnya masih berkonsep daring.

Tampak keceriaan di raut wajah peserta didik hingga guru. Ini dikarenakan selama kurang lebih satu tahun kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. 

‘’Mereka sudah bosan, keluhan orang tua luar biasa. Karenanya, kami coba outdoor learning ini sambil terus dievaluasi,’’ imbuhnya. 

Outdoor learning, Maidi menyebut, juga sekaligus evaluasi penerapan protokol kesehatan pada anak. Pengawasan dilakukan secara ketat. Peserta didik yang diketahui melanggar prokes bakal dieliminasi.

Peserta didik tersebut tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan PTM outdoor learning ke depannya. Karenanya, konsep PTM outdoor learning juga sekaligus pembelajaran protokol kesehatan. 

‘’Kami awasi secara ketat. Baik guru maupun peserta didiknya. Semua pengawas kami libatkan. Mereka yang melanggar, besoknya tidak boleh ikut lagi. Kembali mengikuti secara daring. Gurunya juga begitu,’’ tandasnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait