beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Pemkot Surabaya Buka Kembali Kya-kya Jadi Destinasi Wisata

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pemkot Surabaya Buka Kembali Kya-kya Jadi Destinasi Wisata
Image: Ilustrasi - Kawasan Kya-kya Surabaya di malam hari. (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya - Pada bulan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membuka sejumlah destinasi wisata di Kota Pahlawan. Salah satunya destinasi wisata pecinan Kya-kya di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Urbanreaders.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, Kya-kya bakal segera jadi salah satu destinasi wisata Kota Pahlawan yang bisa dinikmati saat malam hari. Tentunya selain ada penataan, Pemkot juga bakal menghadirkan beragam kuliner khas Tionghoa di Kya-kya.

Supaya makin lengkap, Pemkot juga berencana menghadirkan beragam hiburan seni dan budaya. Tentunya pertunjukan yang disiapkan ini dikemas dengan konsep ala pecinan.

"Kya-kya jadi pengembangan wisata kota tua, bagian kecilnya ada di sana itu kami akan coba optimalkan. Sehingga nanti di bulan Agustus kami bisa buka," kata Wiwiek dalam keterangannya, Rabu (10/8/2022).

"Di samping itu, kami juga ada di posisi membuka destinasi yang bisa menjadi penunjang. Destinasi yang bisa menunjang itu antara lain ada rumah keluarga Abu Han," sambungnya.

Hingga saat ini, Wiwiek menambahkan, pihaknya masih melakukan optimalisasi kawasan tersebut. Salah satunya mempercantik kawasan Kya-kya dengan cat warna-warni, mural sampai menambahkan eksterior penunjang.

"Sudah bisa tampak perubahan yang sangat luar biasa. Tinggal kami lengkapi dengan pengecatan, mural dan sebagainya. Kemarin (9/8/2022) proses mural dan pengecatan," jelasnya.

Nantinya, Kya-kya bakal terintegrasi dengan kawasan Kota Tua di Jalan Karet dan Jalan Gula. Sehingga harapannya konsep destinasi wisata itu lebih menarik wisatawan untuk datang.

"Ketika Kya-kya dibuka street food, warga bisa berjalan ke Jalan Karet - Jalan Gula. Itu yang coba kami connecting-kan," sebutnya.

"Nanti juga ada becak yang bisa melayani rute destinasi wisata di Kya-kya itu. Jadi selain street food juga ada kesenian yang kami tampilkan, misalnya pertunjukan Barongsai, Liang-Liong dan musik ala chinese," pungkas Wiwiek.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait