beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Pengertian dan Penyebab Cherophobia, Rasa Takut Akan Kebahagiaan

Alfian Muntahanatul Ulya,
9 November 2022 13.47.34 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pengertian dan Penyebab Cherophobia, Rasa Takut Akan Kebahagiaan
Image: Ilustrasi Pengidap Cherophobia (Pexels)

Jakarta - Umumnya, orang punya keinginan untuk menjalani hidup dengan bahagia dan sejahtera. Bahkan pada 2012, PBB mencanangkan 20 Maret sebagai Hari Kebahagiaan Internasional, Urbanreaders.

Melansir Positive Psychology, mengejar kebahagiaan telah menjadi fokus utama penelitian psikologis sebagai sarana untuk meningkatkannya kualitas hidup seseorang.

Dengan ini, kamu mungkin sedikit terkejut jika mendengar ternyata ada individu yang bisa mengalami cherophobia.

Cherophobia merupakan istilah untuk seseorang yang ketakutan akan kebahagiaan, jadi mereka akan menghindari situasi yang menyenangkan.

Kok bisa ya, ada orang yang justru takut bahagia? Padahal banyak orang menginginkannya. Penasaran? Yuk, simak ulasan mengenai jenis phobia yang satu ini.

Cherophobia sendiri berasal dari istilah Yunani 'Chairo' yang artinya bersukacita. Sementara, cherophobia saat ini nggak diakui sebagai gangguan mental secara klinis.

Lalu apa sih penyebab seseorang jadi enggan bahkan takut merasa bahagia? Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Joshanloo dan Weijers menemukan beberapa alasan di balik phobia ini, yaitu sebagai berikut.

1. Takut Hal Buruk Bakal Kejadian Setelah Ngerasa Senang

1647846311-ketakutan.jpgSumber: Ilustrasi ketakutan. (Freepik/wayhomestudio)

Pernah nggak kamu merasa, saat segala sesuatu berjalan lancar dan baik, pasti setelahnya akan disusul hal buruk yang akan terjadi? Jika iya, seperti itulah apa yang dirasakan oleh pengidap cherophobia. 

Keyakinan bahwa kebahagiaan bisa menyebabkan, atau kemungkinan bakal diikuti oleh, kesedihan atau kejadian buruk tampaknya menjadi sesuatu yang meresap di pikiran mereka selama ini.

2. Menjadi Bahagia Membuat Anda Menjadi Orang yang Lebih Buruk

1665991453-ilustrasi-sedih.jpgSumber: Ilustrasi Sedih (Freepik)

Beberapa orang, baik dalam budaya Barat maupun Non Barat percaya bahwa merasakan kebahagiaan bisa membuat seseorang menjadi lebih buruk, baik secara moral maupun sebaliknya.

Salah satu hal yang dicontohkan oleh peneliti Ben Shahar (2002), di antaranya orang mungkin takut akan kebahagiaan karena merasa bersalah jika mereka bisa meraihnya, sementara di saat yang bersamaan orang lain justru menderita. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait