Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Pengertian Positivity Rate dan Bed Occupancy Rate (BOR), Apa Bedanya?

Griska Laras,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pengertian Positivity Rate dan Bed Occupancy Rate (BOR), Apa Bedanya?
Image: Ilustrasi peta penyebaran virus corona. (Computerworld)

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia membaik. Situasi ini dilihat dari penurunan angka positivity rate dan bed occupancy rate (BOR) nasional secara signifikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan positivity rate di Indonesia mulai menurun ke batas normal WHO (World Health Organization) di bawah 5 persen. Sedangkan BOR rumah sakit sudah kembali ke angka normal yakni 17,14 persen.

Positivity rate dan bed occupancy rate merupakan dua dari lima indikator yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan level pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Lalu apa perbedaan keduanya?

Positivity Rate merupakan perbandingan antara kasus positif COVID-19 dengan banyaknya orang yang dites di suatu wilayah.

Kemampuan sebuah negara dalam mengendalikan virus corona bisa dilihat dari angka positivity rate. Jika angka positivity rate di suatu wilayah rendah, berarti semakin banyak jumlah orang yang dites.

Cara menghitung positivity rate adalah dengan cara membagi jumlah total kasus positif dengan jumlah orang yang dites lalu dikali 100. Misalnya, bila suatu daerah memiliki positivity rate 14%, berarti bila ada 100 orang yang dites COVID-19, maka ada 14 orang yang positif terinfeksi COVID-19.

Sementara Bed Occupancy Rate (BOR) adalah angka yang menunjukkan persentase tingkat penggunaan tempat tidur di unit rawat inap.

Data ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan sarana pelayanan, mengetahui mutu pelayanan rumah sakit, dan mengetahui tingkat efisiensi pelayanan rumah sakit. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait