beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

Perjalanan 'Layangan Putus' hingga Diangkat Jadi Series

Nivita Saldyni,
8 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Perjalanan 'Layangan Putus' hingga Diangkat Jadi Series
Image: Eca Prasetya (Instagram @ecaprasetya).

Jakarta - Serial ‘Layangan Putus’ tengah jadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Mini series garapan MD Entertainment ini ternyata punya cerita menarik di baliknya loh, Urbanreaders.

Yap, ‘Layangan Putus’ adalah kisah nyata yang dialami seorang perempuan bernama Eca Prasetya. Kisah itu awalnya dibagikan di media sosial dan menjadi viral pada tahun 2019.

Tak lama kemudian, kisah ‘Layangan Putus’ itu diangkat menjadi novel dan kini diwujudkan dalam sebuah mini series berjumlah 20 episode.

Penasaran gimana awal mula cerita ini diangkat hingga akhirnya menjadi series? Yuk simak ulasan Urbanasia berikut ini!

Berawal dari Tulisan di Facebook

Kisah ‘Layangan Putus’ pertama kali dibagikan oleh Eca lewat cerita pendek di Facebook pada tahun 2019. Saat itu, ia membagikan kisahnya rumah tangganya yang harus berakhir karena orang ketiga.

Ibu empat anak itu pun kemudian membagikan kisah pahit rumah tangganya itu setelah bercerai dengan sang suami di 2019. Dengan nama pena ‘Mommy ASF’, Eca pun menuliskan kisahnya dengan judul ‘Layangan Putus’.

Dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, Eca mengaku ia bahwa menulis adalah media yang paling nyaman digunakan untuk mengutarakan isi hatinya. Niatnya untuk menulis dan berbagi cerita itu muncul saat ia tersadar bahwa selama ini ia kurang memberikan waktu untuk dirinya sendiri.

Hingga suatu ketika ia bermain ke rumah salah satu temannya di Bali yang merupakan penulis cerita pendek. Di sana, Eca melihat buku karya temannya yang dipajang di perpustakaan rumah tersebut. Saat itulah Eca mulai terpikirkan untuk menulis dan memiliki karya sendiri.

“Setelah temen saya bilang punya antologi, saya sampai di rumah jadi yang buka laptop dan ‘Ketik ah. Cerita apa ya’. Jadi biasanya yang sedang fresh yang dituangkan. Itu dari tahun 2019 saya mulai nulis,” kata Eca seperti dikutip dari sebuah wawancara di YouTube, Rabu (29/12/2021).

Dari sanalah kemudian ia mulai mencoba serius untuk menulis. Tulisannya pun pertama kali dibagikan di Komunitas Bisa Menulis di Facebook.

“Awalnya cuma pingin di media sosial kan, taruh di feed. Waktu itu Facebook. Lalu teman saya bilang kalau di Facebook ada komunitas yang dia juga ikuti. Udah jadi tulisnya di sana,” sambung Eca.

Di sanalah awalnya Eca membagikan kisah Layangan Putus. Dengan bantuan temannya, ia pun membagikan kisah itu ke komunitas tersebut dan kemudian menjadi viral.

“Hari pertama masih oke lah reaksinya. Hari kedua sudah mulai agak bagus penerimaannya. Terus sudah hari ketiga dan keempatnya, sudah mulai rame terus ‘Ramenya kok kaya gini ya? Sudah deh hapus dulu’ gitu,” jelasnya.

Sementara dalam wawancara bersama MD Entertainment, Eca mengaku Layangan Putus sendiri adalah judul yang dipilihnya secara spontan. Kata itupun akhirnya dipilih karena mewakili situasi yang tengah dialaminya saat itu.

“Layangan putus itu sebenarnya kaya spontanitas judul. Kata spontan yang saya baca saat saya posting cerita, tapi memang saat itu mewakili kondisi pada saat itu,” kata Eca seperti dikutip Urbanasia pada Rabu (29/12/2021).

“Layangan putus itu sendiri seperti seorang perempuan yang sedang menjalani rumah tangganya tapi kaya gamang gitu, kondisinya masih kaya terombang ambing dan diibaratkan seperti itu,” imbuhnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait