menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Perpanjangan SIM Bermasalah Lewat Aplikasi Sinar? Ini Penjelasannya

Nivita Saldyni,
29 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Perpanjangan SIM Bermasalah Lewat Aplikasi Sinar? Ini Penjelasannya
Image: Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo, Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri. Sumber: Istimewa

Jakarta – Sepekan sudah aplikasi Sinar (SIM Nasional Presisi) diluncurkan. Namun meski baru seumur jagung, Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo, Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri mengatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa.

Hal ini disampaikan Jati dalam URtalks bertajuk ‘SIM Online dan Aplikasi SINAR’, Senin (19/4/2021). Namun tak dipungkiri bahwa dalam sepekan ini pasti ada Urbanreaders yang mengalami kendala untuk melakukan perngajuan, salah satunya Syafich yang bergabung dalam URtalks sore hari ini.

Syafich mengaku terkendala saat registrasi NIK di aplikasi Sinar. Padahal ia merasa sudah memasukkannya dengan benar. Menjawab pertanyaan tersebut, Jati menjelaskan bahwa sebenarnya data NIK yang masuk ke aplikasi Sinar akan terhubung ke Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri (DIV TIK Polri).

“Jadi kalau memang ada permasalahan dengan NIK kartu tanda penduduk (KTP), nanti DIV TIK juga ada hubungan dengan Dukcapil. Nanti kalau ada permasalahan itu diulangi aja untuk upload nomor KTPnya karena memang butuh proses untuk menyambungkan link, mengecek nomor NIK yang bersangkutan. Bisa diulangi aja,” kata Jati kepada Urbanasia, Senin (19/4/2021).

Menurut Jati hal ini terjadi karena tingginya antusias masyarakat mengajukan perpanjangan SIM secara online lewat aplikasi Sinar. Tingginya antusias masyarakat ini, kata Jati dibarengi dengan banyaknya orang yang secara bersamaan memasukkan NIK ke aplikasi Sinar.

“Ya ini butuh waktu. Mudah-mudahan bisa cepat juga. Kadang-kadnag ada yang bisa cepat, ada yang mungkin melambat responsnya. Tapi kalau memang itu (bermasalah), diulangi tidak apa-apa,” tegasnya.

Saat SIM Kadaluarsa atau Terkena Tilang

Jati menjelaskan, jika SIM kamu bermasalah maka kamu wajib datang langsung ke Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) untuk mengurusnya. Apalagi kalau SIM kamu sudah kadaluarsa, maka kamu wajib membuat SIM baru.

“Mereka harus datang ke Satpas untuk melakukan ujian teori dan praktik ulang kembali karena dianggap sudah kadaluarsa. Aturannya dalam Perpol Nomor 5 Tahun 2021, harus membuat SIM baru. Jadi mekanismenya melalui pembuatan SIM baru. Kalau masih dalam proses tilang, sebaiknya diurus dulu tilangnya,” jelas Jati.

Selain itu, aplikasi Sinar juga menawarkan kemudahan untuk kamu para perantau loh. Sebab layanan ini menerima permohonan dari luar domisili, sesuai yang tercantum pada KTP. Misal Urbanreaders ber-KTP di Jawa Barat, namun ingin mengajukan perpanjangan di DKI Jakarta sesuai tempat kerja kamu.

“Bisa sekali. Misal di Bandung, Jawa Barat ingin perpanjang SIM A dan C yang belum kadaluarsa dan ingin ambil di Jakarta boleh di (Satpas SIM) Daan Mogot. Boleh, sudah seluruh Indonesia,” imbuhnya.

SIM Hilang Bisakah Diurus Lewat Aplikasi Sinar?

Urbanasia pun sempat menanyakan kepada Jati, apakah bisa jika SIM yang baru diperpanjang lewat aplikasi Sinar hilang kemudian diproses kembali lewat aplikasi tersebut? Jati mengaku saat ini masih belum bisa.

“Itu nanti kami bincangkan dengan tim. Setahu saya kalau sudah urus SIM dengan aplikasi Sinar kan sudah ada proses digitalisasi SIM ya. Tentunya SIM itu sudah ada di gadget pemohon. Bisa juga nanti ditambah dengan surat kehilangan dari pihak kepolisian di mana hilangnya, nanti diajukan,” kata Jati.

“Nanti akan kami akomodir hal seperti itu di aplikasi ini. Jadi masyarakat tidak usah ragu lagi, kalau memang banyak masukan berkaitan itu setelah proses digitalisasi ada di handphone masyarakat tapi secara fisik hilang, apakah bisa langsung diproses melalui aplikasi ini atau datang ke Satpas, kami pastikan bisa diaplikasi ini tapi kami akomodir dulu. Seberapa banyak nanti kami sampaikan dalam penjelasan kepada masyarakat,” tutupnya.
 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait