beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

PMK Merebak, Warga Jakarta Diimbau Olah Daging Sapi dengan Benar

Shelly Lisdya,
13 Mei 2022 19.42.06 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
PMK Merebak, Warga Jakarta Diimbau Olah Daging Sapi dengan Benar
Image: Ilustrasi daging sapi. (Pixabay)

Jakarta - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk mengolah daging sapi dengan tepat dan benar sebelum dikonsumsi. Hal ini guna menghindari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang merebak belakangan ini.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, imbauan tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat mengonsumsi daging saat muncul kekhawatiran penyebaran penyakit mulut dan kuku.

"Untuk ibu rumah tangga, para katering, sesungguhnya yang namanya daging, susu, dan turunannya itu tetap bisa dikonsumsi dengan perlakuan tertentu," kata Suharini Eliawati kepada wartawan, Kamis (12/5/2022)

Suharini mengingatkan, jangan sampai daging sapi yang sebetulnya dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi menjadi turun kualitas karena penanganan yang kurang tepat.

Suharini lantas memberikan contoh penanganan daging yang kurang baik. Salah satunya penyimpanan di lemari pendingin. Menurutnya, menyimpan daging hendaknya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak terlalu banyak.

"Jangan dua kilo (kg), lima kilo dimasukkan ke freezer tapi nanti dikeluarkan kita ambil sepotong, (lalu) dimasukkan kembali. Itu akan menurunkan kualitas," tandasnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi warga yang ingin mengkonsumsi jeroan di tengah kekhawatiran PMK yang merebak.

Suharini menerangkan, bagian dalam hewan ini harus direbus terlebih dahulu agar tetap aman dikonsumsi.

"Isi rumennya harus diperlakukan sebaik-baiknya karena kalaupun tidak ada PMK itu akan mencemari lingkungan," ujar Suharini.

Tak hanya daging sapi, Suharini mengatakan susu yang dihasilkan dari sapi juga perlu diolah dengan benar, yaitu dipanaskan.

"Susu sebaiknya dipanaskan kurang lebih lima menit. Kalau dulu kita kenalnya dengan pasteurisasi, sekarang kita sampai mendidih dulu baru kemudian didinginkan di kulkas atau kita konsumsi," tutur Suharini.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait