menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Polisi Selandia Baru Rilis Seragam Hijab untuk Polwan

Shelly Lisdya,
6 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Polisi Selandia Baru Rilis Seragam Hijab untuk Polwan
Image: Zeena Ali saat mengenakan seragam kepolisian dengan mengenakan jilbab. (Vice)

Jakarta - Polisi Selandia Baru bakal memadukan jilbab ke dalam seragam resmi mereka untuk pertama kalinya, setelah bekerja sama dengan seorang pelajar Muslim di Royal New Zealand Police College. 

Perancangan pakaian ini sekaligus menghormati keyakinan para perwira yang memeluk agama Islam.

Ialah Zeena Ali (30), melamar untuk bergabung dengan Kepolisian Selandia Baru setelah serangan teror Christchurch 2019 dan lulus pekan lalu, akan menjadi perwira pertama dalam sejarah kepolisian yang mengenakan jilbab yang dikeluarkan polisi setempat.

Dilansir dari laman Vice, Ali menguji coba beberapa bahan dan gaya sebelum dan selama pelatihannya, memberikan umpan balik kepada Polisi Selandia Baru dan Sekolah Desain Massey dan menawarkan rekomendasi untuk penyesuaian.

Ketika dia menyelesaikan proses perekrutannya, dia memiliki jilbab resmi bermerek polisi untuk dipakai saat kelulusannya.

"Rasanya luar biasa, bisa keluar dan menunjukkan jilbab Polisi Selandia Baru sebagai bagian dari seragam saya," ujarnya kepada NZ Herald.  

"Saya pikir melihat itu, lebih banyak wanita Muslim yang ingin bergabung juga," tambahnya.

Wanita kelahiran Fiji ini pun mengatakan, jika dia bangga mewakili komunitas Muslim, dan wanita Muslim pada khususnya di kepolisian federal negara itu. Setelah serangan teror Christchurch 2019, dia mencatat bahwasanya ia sendiri memutuskan untuk mendaftar kepolisian.

“Saat itulah saya menyadari lebih banyak wanita Muslim dibutuhkan di kepolisian, untuk pergi dan mendukung orang-orang dengan hal-hal seperti ini,” katanya.  

"Jika saya bergabung dengan polisi lebih awal, saya pasti ada di sana untuk membantu," singkatnya.

“Kami membutuhkan lebih banyak wanita Muslim untuk membantu dalam komunitas. Dan kebanyakan dari mereka terlalu takut untuk berbicara dengan polisi dan mungkin akan menutup pintu depan jika seorang pria muncul untuk berbicara dengan mereka," tambahnya. 

"Jika kita memiliki lebih banyak wanita yang muncul di garis depan yang memakai beragam, maka kita dapat mengurangi lebih banyak kejahatan," paparnya.

Selama proses desain hijab, Polisi Selandia Baru berkonsultasi dengan Ali untuk memastikan pakaian tersebut memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan serta kebutuhan pribadinya.

"Kami menyadari nilai dari perspektif dan pengalaman yang berbeda untuk membuat kami lebih baik dalam apa yang kami lakukan," kata mereka dalam sebuah pernyataan. 

"Kami membutuhkan orang-orang dengan berbagai tingkat keterampilan, latar belakang dan pengalaman, keragaman itu penting agar kami dapat melayani secara efektif. kebutuhan komunitas Selandia Baru sekarang dan di masa depan. Dengan mencerminkan komunitas yang kami layani dan menghargai pemikiran yang berbeda, kami bertujuan untuk mencapai penyelesaian masalah dan hasil yang lebih baik," tandasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait