Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Posting Foto Telanjang di Depan Gereja, Influencer Ini Terancam Penjara

Naura Aufani Zalfa,
6 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Posting Foto Telanjang di Depan Gereja, Influencer Ini Terancam Penjara
Image: Polina Morugina. (Dok. Instagram)

Jakarta - Publik dibuat heboh karena sebuah posting media sosial seorang influencer asal Rusia bernama Polina Murugina.

Hal tersebut karena influencer berumur 24 tahun itu tampil telanjang di depan sebuah gereja di Moskow, Rusia.

1642128550-poliana-1.jpgSumber: Polina Morugina, 24, terancam menghadapi hukuman 1 tahun penjara karena berfoto telanjang di samping Gereja. (Dok. Instagram)

Melansir New York Post, Jumat (14/1/2022), tindakan Polina itu membuat dirinya harus berurusan dengan hukum.

Saat ini, Polina dinyatakan bersalah karena tindakannya mengacu pada hinaan bagi orang yang beragama.

Foto yang diambil musim panas lalu, menunjukkan pose tanpa busana Polina yang ditato dari ujung kaki hingga ujung kepala. 

Sejak ramai dibicarakan, Polina belum memberi tanggapan atas tindakannya tersebut. Ia bahkan menutup akun instagram tempat foto kontroversial itu diunggah. 

Atas tindakannya, Polina terancam hukuman satu tahun penjara atau denda sebesar US$ 4.109 atau sekitar Rp 58 juta.

Kejadian Polina pun sampai membuat adanya menjadi kampanye Rusia melawan kecabulan oleh kaum muda yang sering menunjukkan perilaku tidak sopan di area gedung pemerintah atau gereja.

Selain Polina, tahun lalu, pasangan influencer juga dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Moskow karena melakukan oral seks di dekat Katedral St. Basil di Moskow.

Pasangan itu ditahan oleh pihak berwenang selama 10 hari dan didenda sebanyak 5.000 rubel (£ 51) atau Rp 935,689.

Menurut kantor berita milik negara TASS, mereka dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan keduanya dijatuhi hukuman 10 bulan penjara.

Di Rusia, undang-undang yang mengkriminalisasi penghinaan perasaan terhadap pemeluk agama disahkan pada 2013 lalu, setelah pertunjukan doa punk oleh grup ‘anti-Kremlin’, ‘Pussy Riot’s’ di katedral pusat Moskow.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait