Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Profil Budi dan Michael Hartono: Masuk Daftar 100 Orang Terkaya di Dunia

Eronika Dwi,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Profil Budi dan Michael Hartono: Masuk Daftar 100 Orang Terkaya di Dunia
Image: Pemilik BCA dan Djarum, Budi dan Michael Hartono. (Forbes)

Jakarta - Pengusaha Budi dan Michael Bambang Hartono yang merupakan kakak-beradik masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes.

Seperti diketahui, majalah Forbes setiap tahunnya merilis daftar 100 orang terkaya di dunia. Majalah Forbes pun belum lama ini merilis daftar 100 orang terkaya di dunia untuk tahun 2021.

Dalam daftar tersebut, tercatat sejumlah nama yang berasal dari Indonesia, termasuk Budi dan Michael Hartono.

Budi Hartono menempati urutan pertama orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$ 20,5 miliar (atau Rp 294,9 triliun). Sementara, dalam daftar 100 orang terkaya di dunia, Budi Hartono berada di urutan 86.

Sedangkan kakaknya, Michael Hartono, berada di peringkat kedua orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$ 19,7 miliar (atau Rp 283,4 triliun), dan peringkat ke-89 orang terkaya di dunia.

Profil Budi dan Michael Hartono

1629961820-Budi-dan-Michael-Hartono-1.pngSumber: Pemilik BCA dan Djarum, Budi dan Michael Hartono. (Forbes)

Robert Budi Hartono atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong adalah seorang pengusaha Indonesia kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 28 April 1940.

Budi Hartono merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, Oei Wie Gwan. Robert yang merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia.

Kakaknya atau anak pertama Oei Wie Gwan, Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang adalah seorang pengusaha Indonesia kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 2 Oktober 1939.

Kakak-beradik ini merupakan pemilik dari Bank Central Asia (BCA) dan perusahaan rokok Djarum. Keduanya mewarisi bisnis rokok Djarum dari sang ayah yang meninggal dunia pada 1963.

Pada 1972, Budi dan Michael Hartono mulai mengekspor rokok produksi Djarum. Lalu pada 1976, kedua bersaudara itu menciptakan merek rokok kretek lintingan mesin pertama mereka yang diberi nama Djarum Filter.

Dari situ, tepatnya lima tahun kemudian, Budi dan Michael Hartono memperkenalkan rokok merek Djarum Super, yang mana saat ini menjadi salah satu merek rokok paling populer di Indonesia.

Tak hanya pemilik perusahan Djarum, Budi dan Michael Hartono juga melebarkan lini bisnis mereka dengan mengakuisisi BCA dari keluarga Salim. Kala itu, keluarga Salim terpaksa melepas bank BCA karena krisis moneter di tahun 1997-1998.

Bukan hanya rokok, perusahaan Djarum Grup juga melebarkan bisnisnya dengan membuka lini usaha perangkat elektronik melalui Polytron, dan ke sektor industri digital, dengan perusahaan pemodal ventura, GDP Venture.

CEO GDP Venture sendiri diketahui merupakan putra ketiga Budi Hartono, yakni Martin B Hartono.

Tak sampai di situ, Djarum Grup juga mendirikan PB Djarum pada 1969. Didirikannya PB Djarum ini diketahui karena kegemaran Budi Hartono dengan olahraga bulutangkis.

PB Djarum ini kemudian menghasilkan sejumlah pemain bulu tangkis besar, guys. Mereka adalah Liem Swie King, Alan Budikusuma, dan Hariyanto Arbi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait