Hot News

Surabaya - Tahun ajaran baru dan proses belajar mengajar di Jawa Timur (Jatim) akan dimulai pada Senin (13/7/2020) mendatang. Namun, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi memastikan pelaksanaan akan tetap berlangsung online.

"Karena di Jatim belum ada zona hijau, maka pelaksanaan belajar mengajar dilaksanakan secara online," katanya dikutip dari Antara, Kamis (9/7/2020).

Hingga saat ini, 38 kota dan kabupaten di Jatim masih terbagi dalam zona kuning hingga merah. Artinya, seluruh Jatim masih memiliki daerah dengan risiko penyebaran COVID-19 yang rendah hingga tinggi.

Namun Wahid berharap pelaksanaan tahun ajaran baru bisa dimulai dengan lancar meski siswa dan guru belum bisa bertatap muka langsung di kelas, seperti sedia kala. Ia pun meminta agar seluruh siswa dan guru di wilayahnya tetap menjaga semangat dan optimisme selama proses belajar berlangsung online.

Sementara itu, Wahid juga mengatakan bahwa pihaknya akan memangkas Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) sebesar 50 persen selama satu semester di ajaran baru ini.

"Semua sekolah dipotong 50 persen. Maka sekolah diminta untuk melakukan efisiensi dari dana BOS dan BPOPP yang ada. Jadi misalnya kegiatan pembinaan guru dan penelitian bisa ditunda dulu dan dialihkan untuk kegiatan wajib seperti memberi honor penghasilan GTT-PTT," tuturnya," katanya.

Namun menurutnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan kembali menambah biaya itu jika di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD ada potensi anggaran.

Sementara untuk persiapan sekolah menyambut kehidupan normal baru, Wahid memastikan bahwa berbagai upaya telah dikerahlan oleh seluruh sekolah di wilayahnya. Mulai dari menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan hingga penyemprotan dengan disinfektan terus rajin dilakukan.


Loading ..