Lamongan - Jika mendengar nama Corona, mungkin saat ini Urbanreaders akan membayangkan soal virus asal Wuhan, Cina yang telah mewabah di Indonesia sejak awal 2020. Namun, di tengah wabah tersebut ada Corona lain di Lamongan, Jawa Timur, yang berjuang di garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 ini loh.

Yap, dia adalah dr Corona Rintawan Sp.ME. Dokter yang sehari-hari bertugas di RS Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, ini merupakan salah satu dokter yang turut menangani pasien COVID-19.

Nah, penasaran nggak sih seperti apa cerita dokter bernama Corona yang turut menangani pasien COVID-19 di tengah pandemi ini? Yuk simak wawancara Urbanasia bersama dr Corona berikut ini!

Tahun 2020 memang tahun yang berat bagi seluruh masyarakat dunia, apalagi dengan kehadiran virus Corona. Meski berat, namun hadirnya virus ini di tahun 2020 ternyata memiliki kesan lain bagi dr Corona loh.

"Kalau dibilang keberuntungan, nggak ya. Tapi memang ada kesempatan baru untuk saya belajar lebih banyak lagi," kata dr Corona saat dihubungi Urbanasia, Jumat (1/12/2020) lalu.

Bagaimana tidak? Sejak virus Corona mewabah di Indonesia, ia mulai dipercaya untuk menjalankan beberapa tugas penting dalam penanganan COVID-19 di daerah maupun nasional.

"Perjalanannya sejak awal-awal (pandemi) sempat jadi Ketua Tim Satgas rumah sakit, kemudian sempat menjadi Ketua Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada akhirnya mendapat kesempatan untuk mewakili Muhamadiyah di rapat dengan Gugus Tugas COVID-19 di BNPB, saya diminta jadi staff ahli di sana. Itu sempat dua bulan," ungkap dr Corona.

"Jadi ada kesempatan-kesempatan yang mungkin gak secara langsung ya tapi dengan keterkaitan (dengan nama) ini, ada kesempatan baru saya untuk belajar. Kalau dibilang keberuntungan ya kalau saya sih semua amanah saya kerjakan. Saya sendiri sudah lama berkecimpung di kebencanaan, jadi bukan hal baru menangani kondisi-kondisi kedaruratan seperti ini," lanjutnya.

1609554636-dr-corona-2.jpgSumber: dr Corona Rintawan Sp.ME yang punya nama sama dengan virus corona. (Isntagram @oni.corona)

Memang virus Corona bukanlah hal baru, dr Corona pun mengatakan sudah mengenal lama virus tersebut karena juga mempelajarinya. Namun saat itu diakuinya belum banyak orang yang tahu tentang namanya itu.

"Sebetulnya coronavirus ini kan memang virus yang udah ada di hewan sejak lama, bukan baru-baru ini aja. Cuma biasanya memang hanya menyebabkan sakit di hewan. Kemudian karena perubahan perilaku manusia dan segala macam akhirnya jadi menimbulkan penyakit di manusia, terus booming. Dulu gak banyak orang yang paham karena penyakitnya gak sampai jadi bencana nasional kan? Jadi gak sampai orang banyak tahu seperti yang tahun 2020," kata pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas COVID-19 RS Muhammadiyah Lamongan itu.

Namun ketika virus Corona mewabah pada awal tahun lalu, dokter spesialis kedaruratan medis yang lahir pada 1 Januari 1975 ini mengaku mulai banyak yang tak percaya dengan nama yang dimilikinya. Apalagi saat ia menangani pasien COVID-19.

"Iya (sehari-hari) ikut (menangani pasien COVID-19). Dan kalau misal saya visit ruang isolasi COVID-19 kan pasti perkenalkan ya nama, terus ya ada beberapa yang gak percaya. Dikira nama dr Corona itu semua dokter yang menangani Corona, dikasih nama dr Corona gitu. Saya bilang 'loh enggak'. Terus malah akhirnya ada satu dua pasien yang browsing nama, sampai dibrowsing. 'Oh betul namanya, beneran ya' gitu," cerita dr Corona sambil tertawa.

"Terus kalau keliling di IGD gitu pakai baju kerja kan ada name tag-nya ya jadi kerasa beberapa keluarga (pasien) lihat name tag-nya itu pandangannya kaya gimana gitu. Ngelihat itu kaya 'loh', dari raut mukanya. Namanya itu kan kelihatan ya," imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengaku masih sering menjadi bahan candaan dari rekan kerjanya nih. Apalagi pada 1 Januari lalu, banyak meme yang bermunculan dan mengaitkannya dengan virus asal Wuhan, China ini.

"Masih, kemarin terakhir ini kan ada meme yang 'Jangan mengucapkan ulang tahun kepada Corona' gitu ya? Karena saya kebetulan ulang tahunnya hari ini (1/1/2021). Jadi, terus ada meme itu, kemudian sebetulnya banyak yang gak tahu juga kalau saya ulang tahun hari ini. Jadi pada saat kebetulan juga kan Januari juga boomingnya virus Corona di China, pertama kali itu jadi ya kebetulan sama. Akhirnya banyak yang meme gitu, sama teman-teman dijadikan becanda," ungkapnya.

Kendati demikian, dokter yang kini juga memegang amanah sebagai Wakil Ketua Bidang 1 di Muhammadiah COVID-19 Command Centre ini mengaku seringkali merasa risau ketika namanya dikaitkan dengan virus Corona.

"Ya aneh juga, apa ya. Sebetulnya kalau saya pribadi sih gak terlalu gimana ya, cuma memang kadang agak prihatin karena namanya selalu dikaitkan dengan wabah, kesedihan, sakit, kematian. Jadi walaupun saya tahu gak gak berhubungan langsung, tetap virus Corona virus Corona gitu," terang dokter yang akrab disapa dokter Co itu.

Padahal berbeda dari virus Corona yang mematikan, nama Corona sendiri memiliki arti yang baik loh. Sebab nama Corona memiliki arti mahkota.

"Artinya mahkota. Jadi kalau dibrowsing itu corona berarti crown. Crown itu mahkota, jadi harapannya orang tua itu yang terbaik ya, jadi mahkota, jadi pelindung," kata dr Corona.

"Cuma memang dulu ya karena anak ketiga ya grup C, jadi dulu sebetulnya memang diambil dari nama mobil Toyota Corona karena anak ketiga C. Dikasih nama siapa ya C? Gak mau nama yang umum bapak itu, cari nama yang aneh gitu ya. Kalau umumkan Chandra, gitu tapi gak mau. Terus waktu itu lagi booming Toyota Corona diambil. Cuma lihat-lihat dulu, artinya apa nih," imbuhnya.

1609554618-dr-corona-3.jpgSumber: dr Corona Rintawan Sp.ME yang punya nama sama dengan virus corona. (Isntagram @oni.corona)

Oleh sebab itu ia pun berharap agar para pemilik nama Corona di luar sana, khususnya bayi-bayi yang lahir di tengah pandemi dan diberinama Corona oleh orang tua mereka bisa menjadi pelindung bagi umat manusia. Bukan malah seperti virus Corona, yang membawa kesedihan bagi banyak orang.

"Ya sebetulnya untuk nama itu kan sebetulnya suatu harapan, suatu doa dari orang tua jadi memang untuk menamakan Corona itu memang bukan lahir pada saat wabah corona tapi juga dilihat artinya. Harapan saya bagi yang bernama Corona ini ya menjadi mahkota, menjadi pelindung, menjadi orang yang bermanfaat bagi umat sekitarnya. Jadi jangan malah menjadi seperti virus corona yang merusak, mematikan, tapi jadilah mahkota-mahkota di lingkungan sekitar dan umat secara keseluruhan," harapnya.

Komentar
paper plane