menu
user
URnews

Pusaran Air Menjulang Tinggi di Pantai Kenjeran Surabaya, Ini Kata BMKG

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pusaran Air Menjulang Tinggi di Pantai Kenjeran Surabaya, Ini Kata BMKG
Image: Waterspout di kawasan Kenjeran, Surabaya, Rabu (17/2/2021). (Instagram BMKG Juanda)

Surabaya - Belum lama ini netizen kembali dihebohkan dengan penampakan fenomena alam mirip angin puting beliung di kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam video yang beredar di media sosial, peristiwa itu terjadi Rabu (17/2/2021) sekitar pukul 15.10 WIB.

"Angin Puting Beliung Terjang Pantai Kenjeran Surabaya," tulis akun Instagram @fakta.indo, Kamis (18/2/2021) lalu.

Dalam video itu memang seperti angin yang membentuk pusaran. Ia menjulang tinggi ke atas dan berputar-putar di perairan pantai.

Video itu pun sempat dibagikan oleh akun Instagram resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda.

Untuk mengonfirmasinya, Urbanasia pun mencoba menghubungi Forecaster BMKG Juanda, Jumat (19/2/2021). Kepada Urbanasia, Forecaster BMKG Juanda Ahmad R. Huda pun membenarkan kejadian tersebut.

"Fenomena tersebut disebut waterspout. Waterspout berupa kolom pusaran air yg tertarik masuk ke dasar awan," kata Ahmad saat dikonfirmasi Urbanasia, Jumat (19/2/2021).

"Kejadian tersebut disebabkan oleh adanya awan Cumulonimbus. Akan tetapi perlu dipahami bahwa tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan waterspout," jelasnya.

Ia pun menegaskan kejadian kemarin Rabu itu sifatnya lokal dan waktunya relatif singkat. Fenomena ini mirip puting beliung, bedanya ia terjadi di perairan.

"Kejadiannya mirip puting beliung akan tetapi berada di perairan," imbuh Ahmad.

Bahaya Waterspout

Sama halnya dengan angin puting beliung, waterspout ternyata juga berbahaya loh guys. Saat waterspout yang cukup singkat ini terjadi ada beberapa kemungkinan buruk yang bisa membahayakan.

Mulai dari merusak bangunan di sekitar, bahkan bisa juga menarik kapal jika tengah berada di jarak yang sangat dekat dengan pusaran. Untuk itu fenomena ini juga cukup berbahaya.

"Fenomena tersebut memang cukup berbahaya bagi nelayan, tetapi kejadiannya bersifat lokal dan waktunya relatif singkat," kata Ahmad.

Ia pun menjelaskan untuk tinggi gelombang sendiri saat fenomena itu terjadi, secara umum wilayah perairan Gresik - Surabaya berkisar antara 0,4-1,75 m.

Gelombang Laut Perairan Gresik - Surabaya hingga 24 Februari Masuk Kelompok Sedang

Menurut data Prakiraan Kondisi Gelombang Wilayah Perairan Jawa Timur per Jumat (19/2/2021), gelombang laut di perairan Gresik - Surabaya diperkirakan masuk dalam kategori rendah hingga sedang pada Sabtu (20/2/2021) sampai Rabu (24/2/2021) mendatang.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Arrizal R. Fatoni pun dalam laporannya mengimbau agar masyarakat waspada terhadap tinggi gelombang lebih dari 2.5 m di Laut Jawa utara Bawean, Perairan selatan Jatim dan S. Hindia selatan Jatim selama lima hari ke depan.

Sebab mulai 20 - 24 Februari 2021, gelombang laut di perairan Gresik - Surabaya masuk dalam kategori rendah dengan 0,4 - 1,0 di Hari Minggu (21/2/2021) dan berada di kategori sedang dengan tinggi 0,75 - 1,75 di Hari Sabtu, Selasa, dan Rabu.

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Bulan ini cuaca ekstrem masih menghantui sejumlah wilayah di Jatim, termasuk Surabaya dan sekitarnya. Hujan lemat dan angin kencang juga kerap terjadi beberapa hari belakangan.

Untuk itu, Ahmad mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Khususnya kamu yang masih harus berkegiatan di luar rumah ya guys.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih cukup tinggi di dalam periode puncak musim hujan ini. Dan waspadai bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh cuaca ekstrim seperti, banjir, genangan, banjir bandang, tanah longsong, angin kencang, pohon tumbang dan petir," pesannya.

Nah untuk mendapatkan update informasi cauca terkini di Jatim, Urbanreaders juga bisa loh pantau media sosial BMKG Juanda di @infobmkgjuanda atau di website berikut ini, guys.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait