beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Putin Teken Dekrit Baru, Permudah Seluruh Penduduk Ukraina Jadi Warga Rusia

Nivita Saldyni,
15 Juli 2022 17.04.33 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Putin Teken Dekrit Baru, Permudah Seluruh Penduduk Ukraina Jadi Warga Rusia
Image: Presiden Rusia, Vladimir Putin. (kremlin.ru)

Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin memperluas jangkauan 'jalur cepat' untuk warga Ukraina dapat kewarganegaraan Rusia. Hal itu disampaikan Putin lewat Keputusan Presiden Federasi Rusia No. 440 tentang Perubahan Keputusan Presiden Federasi Rusia No. 183 tanggal 24 April 2019 dan Keputusan Presiden Federasi Rusia 29 April 2019 No. 187, tertanggal 11 Juli 2022.

Sebelumnya jalur cepat itu hanya bisa diakses warga di Donetsk dan Luhansk yang pro terhadap Rusia serta Zaporizhzhia dan Kherson yang sebagian besar wilayahnya sudah diambil alih pasukan Rusia. Namun kini kemudahan itu diberikan Putin ke seluruh wilayah Ukraina. 

Dalam dekritnya itu, Putin memberikan kemudahan bagi seluruh warga Ukraina yang mengajukan permohonan dari beberapa persyaratan untuk dapat kewarganegaraan Rusia. Antara lain seperti mengikuti tes bahasa atau harus tinggal di Rusia setidaknya selama lima tahun.

Lewat keputusan itu, warga Ukraina juga tak harus menunjukkan bahwa mereka punya pendapatan yang cukup untuk menghidupi diri sendiri di negara itu, seperti yang diperlukan oleh pelamar lainnya.

Melansir Al Jazeera, Putin sebelumnya sempat menawarkan 'jalur cepat' untuk prosedur naturalisasi itu ke warga Ukraina di Zaporizhzhia dan Kherson pada Mei 2022, tiga bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina. Bahkan paspor Rusia sudah mulai dibagikan untuk pertama kalinya di wilayah itu pada Juni 2022.

Jauh sebelum itu, prosedur ini pertama kali ditawarkan Rusia ke warga Donetsk dan Luhansk di tahun 2019. Hasilnya hingga saat ini sudah ada lebih dari 720 ribu penduduk di sana yang sudah menerima paspor Rusia.

Respons Ukraina

Kebijakan Rusia itu mendapat kritik dari Ukraina. Kementerian Luar Negeri Ukraina bahkan menyatakan negaranya mengutuk keputusan Putin itu dan menilainya sebagai pelanggaran kedaulatan.

"Keputusan tersebut merupakan pelanggaran lain terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, tidak sesuai dengan norma dan prinsip hukum internasional," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

Kuleba menilai keputusan itu adalah bukti nafsu agresif Putin dan menegaskan Ukraina tak butuh kewarganegaraan tersebut. "Ukraina tidak membutuhkan kewarganegaraan Putin dan upaya untuk memaksakannya dengan paksa akan gagal," tegasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait