Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Ramai soal Tes Kepribadian MBTI, Ini Penjelasan Psikolog

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ramai soal Tes Kepribadian MBTI, Ini Penjelasan Psikolog
Image: Ilustrasi orang introvert. (Pinterest/Us News)

Malang - Tes kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) mendadak viral, bahkan tak sedikit pula orang yang mencoba untuk mengetahui kepribadian mereka.

Tes MBTI sendiri merupakan psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi dasar murni psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. 

Seperti diberitakan Urbanasia sebelumnya, salah satu contoh penggunaan tes MBTI adalah untuk memperoleh gambaran karakter seseorang. Selain itu, tes MBTI juga dapat dipakai untuk mengetahui persentase seseorang dalam hubungan sosial.

Terlepas dari popularitas tes ini, tidak sedikit psikolog yang mengkritik tentang relevansi tes MBTI dengan kepribadian. Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Malang, Salis Yuniardi.

"Tidak bisa sepenuhnya dikatakan tidak relevan, MBTI itu akan tepat digunakan apabila tujuannya tepat, dan dilakukan oleh orang yang tepat," katanya kepada Urbanasia, Selasa (7/9/2021).

Selain itu, dari beberapa penelitian menunjukkan MBTI tidak dapat diandalkan, sebab orang yang sama dapat memperoleh hasil yang berbeda ketika mengulang tes. 

"Kenapa demikian? Karena terjadi pembiasan. Karena pada umumnya, mereka yang tes MBTI cenderung menjawab sesuai dengan apa yang bisa diterima di masyarakat," lanjutnya.

"Jadi, bukan terkait dengan apa yang dirasakan pada dirinya. Seperti misalnya, saat remaja dia tes MBTI kemudian hasilnya demikian, kemudian ketika dia kuliah hasilnya juga akan berubah, karena bias dari beberapa faktor, salah satunya lingkungan," bebernya

"Makanya psikolog tidak pernah mengungkap dari berdasarkan satu alat tes, melainkan ada banyak. Seperti wawancara, observasi dan lain sebagainya untuk menilai kepribadian seseorang," terangnya.

Ia juga menilai MBTI kehilangan banyak 'nuansa' dengan hanya menilai kepribadian seseorang dalam empat aspek, yakni Introvert atau Extrovert, Intuitif atau Sensoris, Thinking atau Feeling, Judging atau Perceiving.

Apalagi belakangan ini sempat viral tes MBTI melalui website, tak sedikit pula remaja hingga orang dewasa yang mencoba untuk memahami bagaimana karakter dirinya.

"MBTI versi online, kalau cuma pengen tau ya it's oke aja. cuma pengen tau introvert atau nggak, pemikir atau nggak atau lebih mengenal diri. Tapi saran saya, lebih baik dilakukan dengan cara yang benar yakni ke psikolog," ungkapnya.

"Kalau tes MBTI secara online kan parsial, sedangkan psikolog kan bisa mengetahui keseluruhannya," tandasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait