Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Rayakan HUT RI, Rossa hingga Aurelie Moeremans Remake 'Zamrud Khatulistiwa'

Griska Laras,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Rayakan HUT RI, Rossa hingga Aurelie Moeremans Remake 'Zamrud Khatulistiwa'
Image: Rossa, Dipha Barus, Kunto Aji, Aurelie Moeremans, dan Rayi RAN remake lagi Zamrud Khatulistiwa/Resso

Jakarta - Rossa, Dipha Baru, Rayi RAN, Kunto Aji, dan Aurelie Moeremans me-remake lagu 'Zamrud Khatulistiwa' ciptaan Guruh Soekarnopoetra dalam rangka merayakan hari kemerdekaan RI ke-76.

Kolaborasi kelima musisi ini merupakan bagian dari kampanye Ressonited 'Bersama Musik Dibawa Asik' yang digagas layanan streaming musik Resso.

Daur ulang lagu 'Zamrud Khatulistiwa' diaransemen oleh Dipha Barus. DJ dan produser musik kenamaan Indonesia ini merasa senang bisa menggarap proyek tersebut. Sejak kecil dia sangat menyukai lagu 'Zamrud Khatulistiwa', terutama versi Keenan Nasution.

"Gue paling suka versi Om Keenan. Gue ada kasetnya. Itu gue tahu dari almarhum bokap gue. Maksudnya gue ingetnya masa kecil aja, aransemen dari Mas Guruh punya ciri khas gitu yang secara nggak sadar menginspirasi gue dan beberapa musisi lainnya dalam pengambilan nada," ujar Dipha Barus dalam keterangan resmi yang diterima Urbanasia, Jumat (13/8/2021).  

Dipha Barus juga bercerita kendala berkolaborasi dengan lima musisi sekaligus. Menurutnya, tantangan terbsar bukan berasal dari seperti apa 'Zamrud Khatulistiwa diperbarui', melainkan karena pandemi COVID-19 dan jarak yang memisahkan antar musisi.

"Kendalanya paling karena take di tempat berbeda, makanya susah. Tapi bagi gue, gue jadiin ini sebagai tantangan baru dan gue banyak belajar dalam project ini dalam hal mixing vokal," paparnya.

Meski rekaman dilakukan secara terpisah dan dalam kondisi terbatas, Rossa takjub dengan kepiawaian Dipha Barus dalam memoles lagu ini.
 
"Ini merupakan ide yang fresh dalam memperingati hari kemerdekaan, lagu lama dengan aransemen yang luar biasa dan hasilnya pun luar biasa. Tahun ini merupakan tahun kolaborasi, saling bergandeng tangan dan mendukung satu sama lain," ucap Rossa.
 
Sementara Aurelie yang terbilang baru di dunia musik, merasa terhormat bisa diajak kolaborasi dengan empat musisi ternama di Indonesia.  

"Aku langsung jatuh cinta begitu mendengar lagu ini. Tambah antusias karena ada Teh Ocha, Mas Kunto, Rayi dan Dipha. Merasa beruntung bisa diajak kolaborasi. Sempat mikir kok gue sih? Kenapa gue sih," kata Aurelie.

Lagu 'Zamrud Khatulistiwa' ditulis oleh Guruh Soekarno Putra dan dinyanyikan oleh Keenan Nasution pada tahun 1978, sebelum akhirnya dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Chrisye pada tahun 1996.

Lirik lagu ini sarat dengan kekaguman dan puji syukur yang mencerminkan rasa kebanggaan kekayaan alam, suku bangsa, bahasa dan seni budaya Indonesia yang indah dan beragam.

 "Resso memilih lagu ini karena lirik dan irama musiknya asik didengar dan abadi sepanjang masa, tak lekang oleh waktu. Sesuai tema 'Bersama Musik Dibawa Asik' Resso berniat memperkenalkan lagu legendaris dari era tahun 90-an ke generasi yang lebih muda hari ini," ungkap Head of Marketing Resso Indonesia Diza Anindita.

"Hasil kolaborasi asik dari lima penyanyi dan musisi lintas generasi dan lintas genre di Indonesia. Lagu 'Zamrud Khatulistiwa' dapat menjadi inspirasi yang sangat kuat dan relevan terutama dalam kondisi Indonesia hari ini," ujar Diza lebih lanjut.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait