Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtrending

Saipul Jamil Diberi Panggung, Psikolog: Publik Tak Empati ke Korban

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Saipul Jamil Diberi Panggung, Psikolog: Publik Tak Empati ke Korban
Image: Pedangdut Saipul Jamil. (Instagram @saipul_jamil_fc)

Malang - Mantan pelaku kekerasan seksual anak seharusnya tidak diberikan panggung. Apabila sudah terjadi, maka tingkat trauma sang anak bisa menjadi dua kali lipat.

Hal ini dinyatakan oleh Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Malang, Salis Yuniardi. Ia juga menyayangkan kurangnya empati masyarakat terkait kasus kekerasan seksual anak yang dilakukan pedangdut Saipul Jamil.

Apalagi Saipul Jamil sudah dibebaskan, sayangnya malah disambut meriah hingga dikalungi bunga, bahkan diundang ke acara televisi. 

"Di situlah sedihnya bangsa ini, kadang beradab tapi kurang berempati. Dari sisi korban ini dampaknya sangat panjang dan terus muncul, hancurnya harga diri. Apalagi pelakunya mendapatkan sambutan dari media, nggak bagus ini," katanya kepada Urbanasia, Senin (6/9/2021).

Pria yang menjabat sebagai Dekan Psikolog Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga menyatakan seharusnya media televisi dan masyarakat khsusunya penggemar harus lebih didampingi.

Sebab, ia mengkhawatirkan kejadian seperti itu malah dibenarkan atau dimaklumkan. Terlebih masyarakat berpikir perilaku kekerasan seksual anak adalah hal yang wajar. 

"Dari pandangan psikolog ini sangat disayangkan. Kita bisa bayangkan bagaimana korban yang menanggung kesalahan yang bukan diperbuatnya seumur hidup. Apalagi diundang di televisi, masyarakat secara umum ya pastinya nanti akan memaklumi. Gimana nasib korban?" tegasnya

Salis pun berharap, publik harus lebih memikirkan dampak psikologis terhadap korban, pasalnya tidak ada yang tahu sampai kapan trauma korban, apakah traumanya sudah sembuh atau belum. 

"Bisa jadi korban sudah sembuh, tapi begitu diundang ke televisi muncullah wajah pelaku. Ya otomatis memorinya akan kembali teringat. Seharusnya semua harus berpihak pada korban. Kalau korban trauma bisa dua kali lioat, ya butuh pendampingan. Tapi, menurut saya yang perlu pendampingan itu masyarakat dan media, kita tahu tempatnya, kita tahu mana yang harusnya dibela," tandasnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait