menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URamadan

Saran dr Tirta agar Diet Efektif saat Puasa: Stop Makan Habis Tarawih

Eronika Dwi,
27 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Saran dr Tirta agar Diet Efektif saat Puasa: Stop Makan Habis Tarawih
Image: dr Tirta Mandira Hudhi. (Instagram @dr.tirta)

Jakarta - Bulan puasa dapat menjadi waktu yang tepat untuk Urbanreaders yang ingin menjalankan diet. Pasalnya, berpuasa dapat membantu program diet menurunkan berat badan lebih efektif, guys.

Dikatakan dokter sekaligus relawan COVID-19, Tirta Mandira Hudhi, cara agar diet bisa efektif salah satunya adalah dengan minum air putih dan tidak langsung memakan makanan yang berlemak saat berbuka puasa.

"Intinya ketika buka kita batalin dengan air putih, jangan langsung makan-makanan yang berlemak, makan cukup saja," ujar dr. Tirta dalam URfluencer bersama Urbanasia, Rabu (21/4/2021).

Meski sedang diet, dr. Tirta mengatakan, tetap harus memperhatikan gizi seimbang, baik dari komposisi karbohidrat, vitamin, maupun protein.

Lalu, dokter Tirta menyarankan untuk berhenti makan sehabis menjalankan tarawih. Hal itu karena aktivitas peristaltik khusus mulai menurun jika sudah di atas jam 10 malam.

"Terus kalo udah habis tarawih, stop makan. Karena, aktivitas peristaltik khusus itu mulai menurun kalau udah di atas jam 10 malam. Kita sahur makan secukupnya," jelas dr. Tirta.

Sebagai informasi, peristaltik adalah gerakan otot-otot yang berkontraksi untuk mendorong makanan sepanjang saluran pencernaan.

Gerak peristaltik melibatkan otot-otot yang ada di kerongkongan, lambung, serta usus halus dan usus besar.

Sementara itu, amankah kalau nasi diganti dengan makanan lain (oatmeal) untuk sahur atau berbuka?

Menurut dr. Tirta, tidak ada masalah jika mengganti nasi dengan makanan lain untuk sahur atau berbuka. Asalkan, diganti dengan makan yang juga mengandung karbohidrat.

"Nasi itu kan sebagai karbohidrat, asalkan nasi bisa diganti dengan makanan yang sejenis karbohidrat nggak masalah," ujar dr. Tirta. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait