Hot News

Jakarta - Jagad Twitter kembali diramaikan oleh sebuah kasus kekerasan seksual yang melibatkan sepasang kekasih berinisial NC dan R.

Dilansir dari Instagram @lawanpatriaki, kisah sepasang kekasih ini pertama kali diviralkan oleh akun Twitter @jerujiemas pada Rabu, 18 Maret 2020.

Sang pemilik akun memposting sikap jahat NC terhadap R lewat sebuah thread yang diawali dengan cuitan "Guys, I need your help".

Dalam thread atau utas itu diceritakan bahwa R adalah seorang perempuan yang mengalami kekerasan seksual dari pacarnya, NC.

"Ada kasus. Sudah 2 tahun. Sudah terlalu parah. Nggak tau harus ngomong ke siapa. This is crazy. Bener-bener anak ini selama 2 tahun dibungkam dan dia pikir dia gila dan salah. Padahal ini namanya GASLIGHT. Dia baru cerita SEMUANYA sekarang karena selama ini takut. Dia baru tau ada FEMINIS yg memperjuangkan ini #MenolakDibungkam," cuit @jerujiemas.

Menurut cerita pemilik akun @jerujiemas, R yang merupakan temannya ini dipaksa jadi budak seksual si NC selama dua tahun, bahkan tak jarang pacarnya melakukan kekerasan.

"Hamil? 4x hamil. 4x DIPAKSA minum #misoprostol. Ini semua ada buktinya. Temenku ini percaya kata cowo tsb bahwa itu gapapa dan ga bahaya. Padahal pendarahan! Bahkan ketika R ke dokter dan dokter bilang itu bahaya, NC tetap memaksa untuk minum," sambungnya.

Bahkan bukti percakapan NC dan R menunjukkan bahwa NC mengancam akan meninggalkan R jika masalah itu sampai diketahui orang lain.

Alhasil, R terpaksa minum 14 butir Misoprostol untuk menggugurkan kandungannya yang telah menginjak 6-7 minggu itu. Namun bayi dalam kandungan masih sehat dan R tak henti-hentinya mengalami pendarahan.

Dari cerita itu, pemilik akun mengatakan bahwa R tak hanya mendapat kekerasan seksual, tapi juga secara emosional dan fisik.

Lewat postingannya itu, @jerujiemas ingin berpesan kepada para perempuan di mana pun berada.

"Cewe2 jgn sampe keulang lg kejadian ini. R bodoh merasa spesial dan disayang pdhl jelas2 tidak. R menunggu sampai 2 tahun, 4x hamil untuk akhirnya berani STAND UP untuk memilih keep the baby dan kasih tau keluarga," tutupnya.

Postingan ini pun menjadi perbincangan netizen hingga hari ini. Bahkan, pihak Universitas Pelita Harapan (UPH) yang diduga adalah kampus NC berkuliah telah mengambil langkah tegas.

Lewat postingannya di Instagram, Universitas Pelita Harapan mengaku telah menemukan pelaku dan tengah memproses kasus ini.

"Pihak fakultas telah bertemu dengan mahasiswa yang bersangkutan dan keluarganya, dan mereka sekarang tengah mengumpulkan bukti. Akhirnya orang yang bersangkutan akan bertanggung jawab atas perilakunya dan menerima keputusan apa pun yang diambil oleh universitas," tulis pihak Universitas Pelita Harapan.
 


Loading ..