Hot News

Malang – Audiensi membahas tujuh tuntutan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terkait kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) telah selesai digelar pada Selasa (30/6/2020) di gedung rektorat setempat.

Dari ketujuh tuntutan mahasiswa tersebut, hanya lima yang dikabulkan oleh pihak kampus. Sementara dua tuntutan lainnya ditolak dengan alasan tertentu.

Kedua tuntutan yang ditolak adalah terkait pemotongan UKT minimal 35 persen tanpa syarat bagi seluruh mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa UIN Malang juga menuntut keringanan UKT bagi mahasiwa terdampak COVID-19 dengan lima klasifikasi. Salah satunya meminta pemotongan UKT 100 persen bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia saat pandemi COVID-19.

Tak hanya itu, pihak kampus juga menolak pembebasan UKT untuk mahasiswa yang hanya menginput skripsi ditolak dengan alasan mahasiswa akhir termasuk sebagai mahasiswa aktif yang harus memenuhi hak dan kewajiban termasuk membayar UKT.

Atas hasil audiensi tersebut, salah satu perwakilan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mengikuti audiensi, Tony Rudianto mengaku masih belum puas.

“Masih sangat mengganjal, karena bagi kita tuntutan yang paling penting adalah tuntutan nomor 1 dan 3, dan kedua tuntutan itu ditolak secara mentah-mentah,” tutur Tony yang juga merupakan humas eksternal Aliansi Mahasiswa UIN Malang.

Menurutnya, pihak kampus beralasan bahwa ada sebagian dana kampus yang ditarik oleh negara sehingga keberatan jika memberikan potongan UKT dengan besaran minimal 35 persen.

“Tapi mereka (pihak kampus) nggak mau transparasi dana apa yang ditarik negara dan dana apa saja yang tetap buat mahasiswa,” tandas Tony.

Meski belum puas dengan hasil audiensi tersebut, pihaknya belum mengetahui terkait apakah akan ada aksi lanjutan untuk menuntut pemotongan UKT sesuai yang mereka kehendaki.

“Untuk kelanjutannya, masih kita tunggu kesepakatan dari solidaritas organ-organ (organisasi) yang join. Cuma yang pasti kita masih belum puas dengan audiensi kali ini,” ujar Tony

“Dan pasti kita akan melawan-melawan sampai menang. Karena tuntutan kita yang pokok itu di no 1 dan no 3 dan malah kedua itu yang nggak tembus. Itu kita sangat kecewa dengan pimpinan birokrasi UIN,” pungkasnya.


Loading ..