menu
user
URnews

Sempat Mangkrak, SPAM Umbulan di Pasuruan Diresmikan Jokowi

Nivita Saldyni,
21 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sempat Mangkrak, SPAM Umbulan di Pasuruan Diresmikan Jokowi
Image: Presiden Jokowi saat meresmikan SPAM Umbulan di Pasuruan, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). (YouTube Sekretariat Presiden)

Pasuruan - Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang telah diinisiasi sejak 1973 dan sempat mangkrak di 2011 akhirnya siap digunakan. SPAM Umbulan yang berada di Pasuruan, Jawa Timur ini baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (22/3/2021). 

“Alhamdulillahirrabbil’alamin, SPAM Umbulan yang telah lama dikerjakan hari ini telah rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Jokowi dalam sambutannya saat peresmian SPAM Umbulan, Senin (22/3/2021).

Nah, dengan kapasitas sebesar 4.000 liter per detik, proyek air minum yang dibangun mulai 2017 ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di kabupaten dan kota sekitarnya. Mulai dari Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Surabaya.

“Air dari sini ini air yang keadaannya sudah bersih. Langsung bisa dimanfaatkan. Tidak pakai pengolahan yang rumit-rumit,” imbuh Jokowi.

Ia pun berharap, proyek yang dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau PPP (Public Private Partnership) dengan anggaran sebesar Rp2,56 triliun ini bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Jatim.

“Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangganya ini terkendala karena siapa yang bertanggung jawab tidak jelas. Apakah PDAM kota dan kabupaten ataukah PDAM di tingkat provinsi, atau Menteri PUPR,” pungkasnya.

1616403015-SPAM-Umbulan.jpegSPAM Umbulan di Pasuruan, Jawa Timur. (Dok. Sekretariat Presiden)

Untuk itu, ia meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Gubernur Jawa Timur, PT Meta (PT. Meta Adhya Tirta Umbulan) selaku pelaksana proyek, bersama para Bupati dan Wali Kota yang akan teraliri oleh SPAM ini segera menyelesaikan kendala yang dihadapi dalam penyaluran air bersih tersebut. Sehingga kekhawatiran ini tak akan menjadi masalah di kemudian hari.

“Tadi saya tanyakan di lapangan, yang baru berjalan itu 900. Artinya, masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga.  Ini tolong segera diselesaikan. Saya minta minggu ini sudah ada rapat dan bisa diselesaikan yang tanggung jawab siapa,” tutupnya.

Untuk Urbanreaders ketahui, mata air ini sebenarnya pertama kali ditemukan oleh Belanda sekitar tahun 1916. Mata air ini pertama kali dikelola oleh Inlando Water Bedrij pada 1917. Namun kemudian di tahun 1973, muncul gagasan dari Pemprov Jatim untuk memanfaatkannya.

Sehingga proyek air minum ini telah diinisiasi sekitar 40 tahun lalu, saat Indonesia dipimpin oleh Soeharto. Namun tiba-tiba tak ada kelanjutannya. Kemudian pemerintah kembali melanjutkannya pada 2010 dan prakualifikasi pada 2011. Hingga akhirnya pembangunan baru bisa teralisasikan pada 2017, saat Indonesia telah dipimpin oleh Presiden Jokowi. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait